KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Seruyan mulai menata ulang strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menegaskan, ketergantungan pada pola lama pengelolaan PAD sudah tidak relevan di tengah tantangan fiskal yang semakin kompleks.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi PAD Kabupaten Seruyan Tahun Anggaran 2025 serta Optimalisasi Pemungutan PAD Tahun Anggaran 2026 di Aula Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Selasa (23/12).
Menurut Ahmad Selanorwanda, kebijakan fiskal daerah memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dan adaptif dalam menggali potensi pendapatan daerah yang sah.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola-pola konvensional. Daerah harus berani berinovasi, memperluas basis penerimaan, dan meningkatkan kemandirian fiskal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, diversifikasi sumber pendapatan tidak semata-mata bertujuan meningkatkan nilai PAD, tetapi juga memperkuat ketahanan fiskal daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
“Dengan diversifikasi pendapatan, ruang fiskal akan lebih luas untuk membiayai pelayanan publik dan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Menjelang akhir Tahun Anggaran 2025, Bupati meminta seluruh perangkat daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap realisasi PAD.
Evaluasi tersebut dinilai penting sebagai dasar perumusan strategi pemungutan PAD pada tahun anggaran 2026, terutama di tengah tren penurunan pendapatan transfer pusat.
“Optimalisasi PAD harus terus diperkuat. Evaluasi ini menjadi cermin untuk melihat apa yang sudah berjalan dan apa yang masih perlu dibenahi,” ujarnya.
Untuk tahun anggaran mendatang, pemerintah daerah menetapkan sejumlah arah kebijakan strategis, di antaranya penguatan regulasi, digitalisasi sistem pemungutan, pemutakhiran basis data wajib pajak, peningkatan pengawasan, pengembangan inovasi daerah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola PAD.
Ia menekankan pentingnya komitmen dan sinergi seluruh perangkat daerah agar setiap potensi pendapatan dapat dikelola secara optimal dan akuntabel.
“Semua upaya tersebut bermuara pada satu tujuan utama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Seruyan,” pungkasnya. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno