Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Diselamatkan Saat Banjir, Buaya Senyulong 2,5 Meter di Lamandau Kini Kembali ke Habitatnya

Usay Nor Rahmad • Rabu, 6 Agustus 2025 | 14:10 WIB
Petugas BKSDA Kalteng bersama anggota komunitas Reptil Pangkalan Bun, mengevakuasi buaya senyulong di Gereja Katolik Parako Raja Semesta di Jalan Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.
Petugas BKSDA Kalteng bersama anggota komunitas Reptil Pangkalan Bun, mengevakuasi buaya senyulong di Gereja Katolik Parako Raja Semesta di Jalan Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Seekor buaya senyulong (buaya sapit) sepanjang 2,5 meter akhirnya kembali ke habitat aslinya setelah hampir sembilan tahun dipelihara warga di Kabupaten Lamandau.

Buaya jantan berusia sekitar 9,5 tahun itu dilepasliarkan ke kawasan Suaka Margasatwa (SM) Lamandau, Senin malam (4/8/2025).

Buaya tersebut sebelumnya dipelihara oleh Hesti, sekretaris Gereja Katolik Parako Raja Semesta di Jalan Nanga Bulik, Kecamatan Bulik. Ia menceritakan, buaya itu ditemukan saat banjir besar pada 2016 di depan gereja.

“Waktu itu saya amankan karena khawatir terbawa arus banjir. Saya pelihara sampai sekarang, tapi karena ukurannya semakin besar dan tinggal di lingkungan gereja, saya takut bisa membahayakan jemaat. Jadi saya serahkan ke BKSDA,” ungkap Hesti, Rabu (6/8/2025).

Penyerahan tersebut berawal dari laporan Hesti kepada Diaz, anggota komunitas Reptil Pangkalan Bun.

Laporan kemudian diteruskan ke petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II.

Setelah berkoordinasi dengan pimpinan, tim langsung melakukan evakuasi, disaksikan Polres Lamandau.

Tim BKSDA yang terjun dipimpin Kasi SKW II, Dendi Sutiadi, bersama Muriansyah, Imam Muhkarom, Nasibah, dan Hamzah. Dari komunitas reptil turut membantu Diaz, Heru, dan Fikri.

“Buaya dalam kondisi sehat dan langsung kami lepaskan di SM Lamandau pada malam harinya,” jelas Dendi.

BKSDA mengapresiasi langkah sukarela Hesti menyerahkan satwa dilindungi tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat yang masih memelihara satwa liar dilindungi agar menyerahkannya kepada petugas. Satwa ini lebih aman dan layak hidup di habitat aslinya,” tegas Dendi. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#buaya senyulong #lamandau #banjir #nanga bulik