SUKAMARA - Meski banyak digemari dan siap dikembangkan sebagai produk kuliner unggulan Kabupaten Sukamara, namun kue tradisional Jelurai terbilang minim pembuatnya. Kuliner yang diolah dari sari pati singkong ini sejatinya bisa dikembangkan dengan berbagai varian rasa.
“Sebenarnya untuk kue tradisional jelurai dapat dikembangkan dan menjadi produk unggulan, tetapi saat ini jumlah pembuat masih sedikit,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sukamara Dwi Harsini.
Menurutnya, pembuat jelurai yang ada saat ini sudah berinovasi dan berkreasi dengan mengolah kue tersebut dengan berbagai varian rasa, sehingga kuliner ini bisa ditampilkan dalam berbagai ajang pameran di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Misalnya saja jelurai dengan varian pandan dan kreasi seperti itu bisa menambah nilai tambah.
Pihaknya berharap, makanan Jelurai ini dapat dikembangkan sehingga bisa menjadi produk unggulan dari Kabupaten Sukamara, seperti produk kerupuk basah, amplang berbahan dasar ikan yang saat ini sudah dikenal hingga keluar daerah. Apalagi Jelurai terbuat dari bahan sari pati singkong sehingga mudah didapat.
“Meskipun kuliner ini tidak seperti kerupuk basah dan amplang yang memang sudah dikenal, tetapi dengan olahan varian dan peningkatan jumlah pengrajin, maka bisa menjadi produk unggulan bagi Sukamara,” pungkas Dwi Harsini.(fzr/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama