Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Antisipasi Kenaikan Kasus Korona di Perusahaan

Slamet Harmoko • Senin, 21 Juni 2021 | 19:28 WIB
NANGA BULIK - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Lamandau mendatangi sejumlah perusahaan untuk melakukan tracking dan pemantauan kesiapan tempat karantina. Hal itu menyusul merebaknya kasus Covid-19 di sejumlah perusahaan di kabupaten tersebut.

Tahap awal ini Satgas Covid-19 mendatangi PT. Pilar Wanapersada dan PT Graha Cakra Mulya Estate. Tim yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Lamandau, Rosmawati tersebut sekaligus bertujuan untuk melihat langsung kesiapan perusahaan dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan di lingkungan kerja mereka. Turut serta pula Joni Hardi Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Lamandau, Kapolsek Bulik, Iptu Hadi Prayitno serta staf pendamping dari dinas kesehatan.

Tim Satgas Joni Hardi mengatakan kunjungan Satgas Covid-19 ke perusahaan tersebut adalah untuk menindaklanjuti hasil temuan, karena sejak tanggal 16 kemarin ditemukan ada beberapa orang yang positif Covid-19 dari perusahaan ini dan Satgas mengambil langkah-langkah lanjutan untuk meminimalkan dan memutus mata rantai Covid-19.

“Kedatangan tim Satgas untuk koordinasi dan memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil perusahaan sudah sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan agar temuan kasus Covid-19 di perusahaan bisa segera tertangani dengan baik,” kata Joni.

Joni berharap kerjasama yang baik dari pihak perusahaan dan keterbukaan informasi kepada tim gugus tugas. “Kami minta agar perusahaan melakukan rapid test antigen semua karyawan, test Covid-19 internal menjadi tanggung jawab perusahaan, apabila dampak yang di masyarakat ataupun keluarga karyawan itu tanggungjawab Puskesmas dan Dinkes yang akan melakukan tindakan rapid maupun swab PCR testnya,” terangnya.

Sementara itu Bambang Supriadi dari managemenPT Pilar Wanapersada mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan di lingkungan perusahaan tersebut dengan baik. Untuk mengantisipasi lonjakan, pihaknya memberikan cuti karyawan hanya jika dalam kondisi darurat dan penting seperti menikah, keluarga sakit atau meninggal, dan mendaftarkan sekolah anak.

Pihaknya juga menyediakan ruang isolasi atau karantina di lingkungan perusahaan. Total sudah ada dua tempat yang disiapkan dengan memanfaatkan mess karyawan perusahaan.

Sementara itu Hantoro selaku General Manager dari PT Graha Cakra Mulya Estate (GCM) mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengetatan terhadap tamu yang berkunjung, karyawan yang melakukan cuti, sementara ditangguhkan sampai kondisi mereda. Sedangkan karyawan yang sudah terkonfirmasi positif akan ditangani sesuai prosedur.“Kita sudah menyiapkan rumah karantina, totalnya ada 16 ruangan yang bisa diisi 44 orang, ruangan ada 22 kamar, tinggal nanti koordinasi dengan gugus tugas,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Rosmawati menjelaskan, berdasarkan aturan terbaru memang ada kebijakan dalam penanganan Covid-19, termasuk di antaranya, jika ada pasien yang memiliki gejala ringan ataupun OTG maka, penanganannya hanya cukup menjalani isolasi mandiri dengan pengawas dari tim kesehatan setempat.

Hal ini dimaksudkan agar penanganan tidak hanya bergantung pada pemerintah, sehingga kapasitas maupun daya tampung ruang isolasi bisa terus terjaga. Karena selama ini pasien positif baik dari masyarakat umum maupun perusahaan akan langsung masuk mess desa sebagai tempa karantina terbatas. Sementara kapasitas mess desa juga terbatas dan dikhawatirkan tidak sanggup menampung jika terjadi lonjakan kasus mendadak.

“Pada intinya kami ingin melihat langsung sejauh mana persiapan dunia usaha dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan perusahaan, termasuk ketersediaan ruang isolasi untuk menampung karyawan perusahaan yang terinfeksi covid-19,” katanya. (mex/sla) Editor : Slamet Harmoko
#lamandau #sawit #perusahaan #perkebunan sawit ##covid19 #kalteng