SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Aktivitas belajar mengajar di sekolah selama tanggap darurat karhutla di Kotim terus dievaluasi menyesuaikan keadaan.
PJ Sekda Kotim Diana Setiawan mengatakan, pemerintah daerah sebelumnya telah mengeluarkan edaran terkait pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) saat kondisi asap tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar di sekolah. Namun , penerapannya diserahkan kepada masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
“Kalau memang asapnya pekat sekali atau sudah mengganggu kesehatan anak didik kita, itu wajib untuk belajar dari rumah,” ujarnya.
Menurut dia, perkembangan teknologi juga memungkinkan kegiatan pembelajaran tetap beralngsung meskipun murid tidak datang ke sekolah. Karena itu, kepala sekolah diminta memperhatikan kondisi asap sebelum memutuskan kegiatan belajar tetap dilakukan secara tatap muka.
Di tengah kondisi tersebut, masih terdapat sekolah yang melaksanakan pembelajaran di sekolah dengan jam masuk yang dimundurkan, sementara sebagian dapat menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi lingkungan masing-masing.
Diana pun menekankan, kepala sekolah memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan kondisi kesehatan para muridnya. Terlebih, paparan asap yang semakin pekat dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan pola pembelajaran.
“Pesan untuk kepala sekolah, tolong perhatikan kesehatan para muridnya.Jika asapnya semakin pekat atau tidak memungkinkan untuk belajar di sekolah, maka belajarlah dari rumah melalui online,” tegasnya.
Baca Juga: BDR Saat Kabut Asap, Target Belajar Siswa Tetap Dikejar
Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim memastikan perubahan metode belajar menjadi belajar dari rumah (BDR) tidak mengabaikan capaian pembelajaran peserta didik.
Pihaknya pun menyiapkan indikator ketercapaian pembelajaran yang dapat digunakan sekolah selama penerapan BDR.Pedoman tersebut nantinya disampaikan kepada masing-masing satuan pendidikan dan disesuaikan dengan petunjuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Kami sedang menyusun indikator ketercapaian untuk diinformasikan ke masing-masing satuan pendidikan, bagaimana mereka menyesuaikan proses pembelajaran selama BDR,” Kepala Disdik Kotim Yolanda Lonita Fenisia, Rabu (23/9).
Menurut Yolanda, sekolah dapat memanfaatkan berbagai platform pendidikan maupun sistem pembelajaran daring yang disiapkan masing-masing satuan pendidikan.Metode pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan sekolah maupun peserta didik, dan tidak harus menggunakan satu pola yang sama.
Yolanda menambahkan, Salah satu sumber pembelajaran yang dapat dimanfaatkan adalah Rumah Pendidikan yang disediakan Kemendikdasmen. Platform tersebut menyediakan berbagai materi yang dapat diakses guru maupun peserta didik selama BDR.
“Per minggu kita mulai evaluasi, terutama terkait kondisi ISPU bagaimana dan kesiapan teman-teman, bagaimana proses pembelajaran BDR tetap berjalan,” pungkas Yolanda.(yn/ktr-2/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama