Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap, Seremonial di Sektor Pendidikan Harus Ditunda

Rado.
Penulis: Rado.❯
Warga ketika dilanda kepanikan akibat kebakaran lahan mendekati pemukiman mereka, di wilayah Kota Palangka Raya, Rabu (2/9). (dodi/radarsampit)
Warga ketika dilanda kepanikan akibat kebakaran lahan mendekati pemukiman mereka, di wilayah Kota Palangka Raya, Rabu (2/9). (dodi/radarsampit)

Advertisement

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Kondisi kabut asap pekat, yang belakangan masih melanda  sejumlah wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat sorotan Komisi III DPRD Kotim, terkait aktivitas pelajar di sekolah. Dinas Pendidikan (Disdik) diminta tidak main-main dalam menjaga kesehatan dan keselamatan pelajar.

Anggota Komisi III DPRD Kotim, Dadang Siswanto, menegaskan keselamatan anak harus menjadi prioritas. Menurutnya, kegiatan sekolah yang tidak mendesak seharusnya ditunda ketika kondisi udara memburuk.

"Kesehatan dan keselamatan peserta didik paling utama. Jangan sampai karena mengejar kegiatan tertentu, kesehatan anak-anak justru dikorbankan," ujarnya.

Advertisement

Dirinya pun secara khusus meminta Disdik Kotim menunda seluruh kegiatan seremonial, baik yang digelar di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Termasuk kegiatan yang mengharuskan murid berkumpul dan beraktivitas di luar ruangan.

Permintaan itu disampaikan setelah pihaknya menerima informasi dan aduan terkait masih adanya sekolah yang mengharuskan peserta didik datang untuk mengikuti latihan persiapan lomba.

Dadang menilai, kebijakan tersebut tidak tepat apabila kondisi kabut asap masih pekat. Apalagi, latihan tersebut bukan kegiatan yang sifatnya mendesak.

"Kalau sekolah hanya mengharuskan anak-anak turun untuk latihan persiapan lomba, dalam kondisi kabut asap seperti ini saya kira tidak dibenarkan. Disdik harus tegas soal ini," imbuhnya.

Menurut Dadang, Disdik harus memastikan instruksi terkait perlindungan siswa benar-benar diterapkan seluruh sekolah. Jangan sampai kebijakan berbeda terjadi di lapangan."Kegiatan seremonial dan persiapan lomba bisa ditunda. Kesehatan anak-anak tidak bisa dipertaruhkan," katanya.

Dadang juga meminta Disdik melakukan pengawasan terhadap satuan pendidikan. Jika kondisi udara memburuk, sekolah harus mengutamakan keselamatan siswa daripada memaksakan kegiatan yang tidak mendesak.

"Disdik harus memberikan instruksi yang jelas. Kalau kondisi asap pekat, jangan ada kegiatan yang memaksa anak-anak datang, apalagi hanya untuk latihan," tegasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

FYP Hadir di SMA Frater Don Bosco Banjarmasin, Ada Even Seru Edukasi Safety Riding hingga Karhutla

FYP Hadir di SMA Frater Don Bosco Banjarmasin, Ada Even Seru Edukasi Safety Riding hingga Karhutla

Even Fazzio Youth Project (FYP) dari PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) Yamaha Kembali hadir di Kota Banjarmasin, di SMA Frater Don Bosco

Aktivitas Belajar di Sekolah Harus Utamakan Kesehatan Murid

Aktivitas Belajar di Sekolah Harus Utamakan Kesehatan Murid

Aktivitas belajar mengajar di sekolah selama tanggap darurat karhutla di Kotim terus dievaluasi menyesuaikan keadaan, dan utamakan kesehatan

Dilarang Dibawa Pulang, BGN Minta Guru Ikut Makan MBG Bareng Murid

Dilarang Dibawa Pulang, BGN Minta Guru Ikut Makan MBG Bareng Murid

Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan para guru untuk ikut menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama siswa di sekolah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer