Wabup Kotim Irawati Minta Camat Turun Langsung Cek Kondisi Warga di Tengah Karhutla dan Kekeringan

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 20:36 WIB

 

BERBINCANG: Wabup Kotim Irawati berbincang dengan Kapolsek Mentaya Hulu IPDA Singgih Teguh Prasetyo (kanan) dan Sekcam Mentaya Hulu Jajang (kiri), saat pendistribusian air bersih. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
BERBINCANG: Wabup Kotim Irawati berbincang dengan Kapolsek Mentaya Hulu IPDA Singgih Teguh Prasetyo (kanan) dan Sekcam Mentaya Hulu Jajang (kiri), saat pendistribusian air bersih. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati meminta para camat lebih aktif turun ke lapangan memantau kondisi masyarakat di wilayahnya. 

Hal ini dinilai penting di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kotim.

Irawati mengatakan, dampak musim kering tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga mulai memengaruhi ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Sejumlah sumber air mengalami penurunan debit sehingga kebutuhan warga semakin sulit dipenuhi.

Baca Juga: Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Bupati Halikinnor Cek Langsung Kondisi Warga di Mentawa Baru Hilir

“Camat harus turun ke lapangan melihat warganya langsung karena ini bukan hanya karhutla, tapi juga kekeringan,” kata Irawati saat pendistribusian air bersih ke wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, baru-baru ini.

Menurutnya, kondisi sumber air harus menjadi perhatian serius. Penurunan debit selama musim kering dapat membuat ketersediaan air semakin terbatas. Bahkan, beberapa sumber air yang mengalami kekeringan tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

Baca Juga: Nelayan Kumai Temukan Mayat Mengapung di Tanjung Puting, Diduga Terkait KM Virgo Transport 8

Karena itu, Irawati meminta pemerintah kecamatan segera melaporkan apabila menemukan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Laporan dapat disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM).

“Kalau terjadi kekeringan segera laporkan BPBD atau PDAM,” tegasnya. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kemarau wabup kotim kekeringan irawati karhutla