1.347 Hotspot Terdeteksi di Kotim, MHU Jadi Wilayah Terbanyak

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 11:50 WIB
Rumah salah seorang warga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dikepung asap akibat kebakaran hutan dan lahan. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Rumah salah seorang warga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dikepung asap akibat kebakaran hutan dan lahan. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 1.347 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam 24 jam terakhir. Data tersebut berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim periode 20–21 September 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 105 titik masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi atau high. Kemudian 1.131 titik berada pada kategori menengah dan 111 titik lainnya kategori rendah.

Mentaya Hilir Utara (MHU) menjadi wilayah dengan akumulasi hotspot terbanyak. Tercatat sebanyak 406 titik panas terdeteksi di kecamatan tersebut.

Hotspot di MHU terdiri dari 47 titik kategori tinggi, 325 titik kategori menengah, dan 34 titik kategori rendah.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas titik panas masih cukup tinggi di wilayah Kotim. Terlebih, sebagian besar wilayah tengah hingga selatan Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masih berada pada kategori sangat mudah terbakar pada 20 September.

"Sementara itu, terdapat peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah Kotim. Potensinya berada pada kategori sedang hingga tinggi dan berpusat di wilayah utara Kotim," ungkap Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur Suci Priatin Ningsih. 

Prakiraan tersebut berlaku pada periode 20 September pukul 07.00 WIB hingga 21 September pukul 07.00 WIB.
Pada 21 September, wilayah utara Kalteng diprakirakan mengalami perubahan kondisi. Sebagian wilayah beralih ke kategori mudah terbakar hingga tidak mudah terbakar.

Namun, wilayah tengah hingga selatan masih didominasi kategori sangat mudah terbakar. Kondisi ini membuat potensi kebakaran masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah yang belum mendapat hujan signifikan.
Dengan 1.347 hotspot yang terdeteksi dalam 24 jam, perkembangan cuaca dan sebaran titik panas di Kotim masih menjadi perhatian. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
hotspot kabut asap karhutla