SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Syahbana, mendesak Dinas Pendidikan setempat mengambil sikap tegas terkait waktu sekolah pelajar, terkait situasi kabut asap.
Dirinya meminta Disdik tidak menyerahkan keputusan belajar dari rumah (BDR) sepenuhnya kepada masing-masing sekolah. Menurutnya, kondisi udara yang semakin buruk harus menjadi pertimbangan pemerintah untuk melindungi siswa dari paparan asap.
“Dinas Pendidikan Kotim harus tegas dengan kondisi seperti saat ini. Jangan sampai melempar tanggung jawab ke masing-masing sekolah untuk memutuskan BDR atau tidak, karena kondisi ini sudah sangat parah,” tegas Syahbana.
Menurutnya, memaksakan siswa tetap datang ke sekolah ketika asap semakin pekat merupakan langkah yang berisiko. Apalagi kondisi di lapangan menunjukkan ada siswa yang harus dipulangkan lebih awal.
Syahbana menilai Dinas Pendidikan bersama kepala daerah harus memiliki sikap yang sama dalam menghadapi kondisi tersebut. Pemerintah tidak boleh membiarkan sekolah mengambil keputusan sendiri-sendiri ketika kualitas udara sudah mengganggu aktivitas masyarakat.
Baca Juga: ISPU Tinggi, Komisi III DPRD Kotim Minta Pemda Tak Serahkan Keputusan BDR ke Sekolah
“Kita lihat bagaimana kondisi asap. Bahkan ada sebagian siswa harus dipulangkan lebih awal. Harusnya Dinas Pendidikan bersama kepala daerah punya pemikiran dan sepemahaman untuk pencegahan anak-anak sekolah dari paparan asap yang kategorinya sangat berbahaya ini,” paparnya.
Ia mengingatkan, pemerintah daerah sebenarnya sudah memiliki dasar untuk menyesuaikan pola pembelajaran ketika kondisi udara memburuk. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya telah menerbitkan surat edaran terkait penyesuaian pembelajaran di daerah terdampak kabut asap.
Menurut Syahbana, kualitas udara harus menjadi indikator utama. Pendidikan tetap berjalan, tetapi metode pembelajarannya yang harus disesuaikan.“Dinas sebagai leading sector, sebagai induk dan bapak dari sekolah-sekolah ini harus punya sikap. Jangan menyerahkan kebijakan itu ke sekolah,” tegasnya.
Tak hanya soal pembelajaran, Syahbana juga mendesak Disdik Kotim menegaskan penghentian seluruh kegiatan sekolah yang berlangsung di luar ruangan selama kondisi asap masih memburuk.(ang/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama