Harus Beli BBM Eceran, Relawan Karhutla di Desa Palangan Mengeluh

Rado. • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 21:53 WIB

 

Seorang relawan karhutla di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim. (dok/radarsampit)
Seorang relawan karhutla di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim. (dok/radarsampit)

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Sekelompok relawan yang hendak membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Besi dan Telawang, mengaku terpaksa harus membeli BBM eceran jenis Pertamax.

Perwakilan relawan, Alexius mengatakan, pihaknya hendak membeli 20 liter Pertamax untuk dibawa ke lokasi pemadaman karhutla di Desa Palangan dan sekitarnya. BBM tersebut diperlukan untuk mengoperasikan mesin alkon yang digunakan warga memadamkan api.

"Ini 20 liter kami bawa ke lokasi pemadam di Palangan dan sekitarnya, tapi pihak SPBU tidak melayani," ujarnya.

Alexius mengaku, awalnya tidak percaya dengan laporan warga relawan yang kesulitan mendapatkan BBM. Demi memastikan pengaduan itu, dirinya kemudian datang langsung ke SPBU.

"Saya awalnya tidak percaya ada laporan warga kesulitan. Saya sendiri datang ke SPBU dan ternyata benar," sebutnya.

Menurut Alexius, BBM tersebut dibutuhkan untuk kepentingan pemadaman, bukan untuk dijual kembali. Mesin alkon menjadi salah satu peralatan yang digunakan warga untuk menyedot air dan memadamkan api di lokasi.

Baca Juga: Dana Desa Palangan Dipangkas, Desa Defisit Biayai Layanan Sosial

"Ini kondisi darurat. Minyak yang dibeli itu Pertamax dan harusnya bisa diberikan, karena ini kebutuhan untuk mesin-mesin alkon di desa," tegasnya.

Karena tidak mendapatkan BBM di SPBU, relawan akhirnya terpaksa membeli Pertamax secara eceran dengan harga sekitar Rp20 ribu per liter."Terpaksa beli eceran Rp20 ribu per liter. Kalau minyak tidak ada, bagaimana alkon bisa dinyalakan?,” tukas Alexius.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaannya, mengenai dukungan Pertamina dalam penanganan karhutla di Kotim. Menurutnya, di wilayah lain di Kalimantan, Pertamina telah memberikan dukungan operasional penanganan karhutla, termasuk dukungan BBM operasional dan layanan khusus di sejumlah SPBU untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan bahan bakar petugas.

Alexius  pun menilai, pola dukungan seperti itu perlu dipikirkan untuk Kotawaringin Timur. Setidaknya harus ada koordinasi antara Pertamina, pemerintah daerah, SPBU dan tim penanganan karhutla agar relawan yang turun langsung ke lokasi tidak kesulitan memperoleh BBM.

"Kalau memang ini untuk kebutuhan pemadaman, harusnya ada solusi. Jangan sampai relawan sudah turun membantu, tetapi BBM untuk alkon saja sulit didapat," tegasnya.

Alexius berharap, persoalan tersebut segera mendapat perhatian. Sebab, masyarakat di sejumlah desa mengandalkan alkon untuk melakukan pemadaman awal, sebelum bantuan dari petugas datang.

"Kalau menunggu pemerintah turun sampai kampung, nantinya lahan bisa terbakar habis. Relawan juga perlu BBM supaya alkon bisa digunakan," pungkasnya.(ang/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
BBm Eceran Desa Palangan relawan Kota Besi karhutla