SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus dilakukan secara bersama-sama.
Di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi, dukungan dari berbagai pihak menjadi penting untuk membantu masyarakat melakukan penanganan secara cepat, khususnya di wilayah yang belum dapat terjangkau secara optimal oleh pemerintah daerah.
Baca Juga: PT GAP Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanganan Karhutla
PT Globalindo Alam Perkasa (GAP), turut mengambil bagian dalam upaya tersebut dengan menyerahkan perlengkapan pendukung penanganan karhutla kepada desa-desa di wilayah Kotawaringin Timur.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Sabtu (5/9) di Posko Karhutla BPBD Kotawaringin Timur dan dihadiri oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, S.Pd., M.AP., perwakilan desa penerima bantuan, serta jajaran manajemen perusahaan.
Bantuan yang diserahkan meliputi mesin Alkon atau pompa pemadam, selang spiral, nozzle pemadam, kopling selang pemadam, selang pemadam, serta masker.
Perlengkapan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan penanganan awal ketika menemukan titik api, sehingga kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
Bantuan tersebut akan menjangkau tujuh desa di wilayah kerja PT GAP, yaitu Desa Soren, Simpur, Camba, Kandan, Palangan, Natai Baru dan Bagendang Tengah
Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, S.Pd., M.AP., mengapresiasi dukungan yang diberikan PT GAP kepada masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha diperlukan untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah Kotim. Saya berharap langkah yang dilakukan PT. Globalindo Alam Perkasa dapat mendorong perusahaan lainnya untuk turut mengambil peran,” ujarnya.
Irawati juga mengingatkan agar perlengkapan yang telah diberikan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh desa penerima.
Menurutnya, peralatan tersebut tidak hanya bermanfaat untuk menghadapi karhutla, tetapi juga dapat digunakan ketika terjadi kebakaran di permukiman warga.
“Dukungan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap penanganan karhutla sekaligus masyarakat di sekitar wilayah operasional kami," kata General Manager PT GAP, Rusli Salim.
Selain menyerahkan peralatan pemadam kepada pemerintah desa, lanjut Rusli Salim, PT GAP juga akan memperkuat dukungan operasional dengan mengirimkan satu unit mobil pemadam kebakaran lengkap dengan personel, serta satu hingga dua mobil tangki air ke Sampit selama kurang lebih satu minggu.
"Kami memahami bahwa saat ini terdapat banyak titik api, sementara armada yang tersedia masih terbatas, sehingga kami berharap dukungan ini dapat membantu memperkuat respons di lapangan,” ujar tegasnya.
Dukungan kepada masyarakat ini merupakan bagian dari upaya penanganan yang dilakukan perusahaan seiring dengan masih berlangsungnya karhutla di sejumlah wilayah Kotawaringin Timur.
Sejak awal Juli 2026, PT GAP juga telah mengerahkan regu pemadam kebakaran untuk membantu melakukan penanganan di lokasi-lokasi terdampak di sekitar Kotawaringin Timur.
Tim pemadam perusahaan melakukan pemantauan dan pemadaman di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan titik api yang membutuhkan penanganan.
Namun, penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada pengerahan regu pemadam. Masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi kebakaran juga memiliki peran penting dalam melakukan deteksi dan penanganan awal.
Karena itu, penguatan kapasitas dan kesiapan masyarakat di tingkat desa menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi risiko kebakaran.
Hal tersebut turut dirasakan oleh Kepala Desa Palangan, Anastasius Delik. Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan perusahaan kepada desa-desa di sekitar perkebunan dan menilai perlengkapan tersebut memang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Kami mengapresiasi bantuan yang diberikan perusahaan kepada desa-desa di sekitar perkebunan. Kami juga berharap dukungan seperti ini juga dapat dilakukan oleh perusahaan lainnya, sehingga penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kotim dapat semakin kuat,” ujar Anastasius.
Selain penanganan karhutla, PT GAP juga telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. “Ke depan, kami akan terus melihat perkembangan kondisi di lapangan dan menyesuaikan dukungan yang dapat kami berikan, termasuk membantu dan mendampingi tim dalam penanganan karhutla di Kota Sampit dan sekitarnya,” tambah Rusli Salim.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, perusahaan, dan berbagai pihak lainnya, upaya menghadapi karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.
Selain memperkuat kemampuan pemadaman, kesiapsiagaan di tingkat desa diharapkan dapat membantu mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan. (yn)
Editor : Slamet Harmoko