SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus diperkuat.
Sebanyak 60 personel disiagakan untuk mempercepat penanganan kebakaran di sejumlah wilayah yang masih rawan terbakar.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kotim, Juliansyah, saat menghadiri Apel Siaga Karhutla yang kembali digelar di Kantor Kecamatan Parenggean.
Apel tersebut juga dihadiri Camat Parenggean Muhammad Jais bersama unsur terkait dan pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Juliansyah mengatakan, dalam dua hari terakhir titik api di wilayah Parenggean mulai berkurang.
Kondisi tersebut tidak lepas dari pengerahan kekuatan secara maksimal, baik personel maupun peralatan pemadaman.
“Kita kerahkan kekuatan maksimal. Ada sekitar 60 orang yang tergabung, mulai dari tim kecamatan, relawan, sampai dukungan dari perusahaan dan dunia usaha di wilayah Parenggean,” kata Juliansyah (4/9/2026)
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Seluruh unsur harus bergerak bersama, terutama karena kondisi cuaca masih kering dan belum menunjukkan tanda-tanda hujan.
Dari sisi peralatan, Juliansyah menyebut sejumlah kebutuhan di lapangan terus dilengkapi. Dukungan dunia usaha juga dimaksimalkan untuk memenuhi peralatan yang masih kurang.
“Kalau dari segi peralatan sudah kita perkuat. Kita maksimalkan apa yang masih kurang. Tadi kami langsung keroyokan untuk melengkapi, termasuk juga dunia usaha di wilayah Parenggean,” ujarnya.
Kendala lain yang dihadapi tim di lapangan adalah keterbatasan sumber air. Kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah sehingga pencarian sumber air untuk pemadaman menjadi semakin sulit.
“Cuaca sampai sekarang belum ada tanda-tanda hujan. Kekeringan juga sudah mulai melanda sehingga menyulitkan akses air untuk memadamkan api,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, sarana pendukung pemadaman juga ditambah. Salah satunya berupa pipa yang digunakan untuk menjangkau sumber-sumber air di sekitar wilayah rawan kebakaran.
Juliansyah menegaskan, penanganan harus dilakukan secara maksimal sebelum api semakin meluas. Kondisi lahan yang kering membuat potensi penyebaran api semakin tinggi.
“Peralatan hingga pipa kita tambah untuk mencari sumber-sumber air di wilayah yang rawan terbakar. Semua harus kita maksimalkan selama kondisi masih kering,” tegasnya.
Camat Parenggean Muhammad Jais bersama tim kecamatan turut memperkuat koordinasi penanganan di lapangan.
Pemerintah kecamatan, relawan, masyarakat, perusahaan dan dunia usaha dilibatkan untuk mempercepat pemadaman serta mengantisipasi munculnya titik api baru.
Menurut Jais, apel Siaga Karhutla tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca kering yang masih berlangsung di wilayah Parenggean.(ang)
Editor : Slamet Harmoko