SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Peran Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dinilai penting dalam mendukung keberhasilan program Wajib Belajar 13 Tahun di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Penguatan peran tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Implementasi Wajib Belajar 13 Tahun bagi Bunda PAUD Kecamatan, Kelurahan dan Desa se-Kotim.
Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kotim tersebut berlangsung di Aula BPG Sampit, baru-baru ini. Sosialisasi dibuka secara resmi Bunda PAUD Kabupaten Kotim Khairiah Halikinnor.
Khairiah mengatakan, implementasi Wajib Belajar 13 Tahun membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan satuan pendidikan, tetapi juga Bunda PAUD yang berada di tingkat kecamatan, kelurahan hingga desa.
Baca Juga: Satu Orang Bakar Lahan, Semua Kena Dampaknya: Bupati Kotim Minta Warga Waspada
Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam mempersiapkan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
“Bunda PAUD memiliki peran penting untuk mengawal pendidikan anak sejak usia dini. Kita ingin memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang baik dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang mereka,” ujar Khairiah.
Ia berharap Bunda PAUD dapat menjadi penggerak di wilayah masing-masing untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini.
Baca Juga: CASN 2026 Belum Jelas, Kotim Masih Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat
Sinergi dengan pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, satuan pendidikan serta orang tua juga perlu terus diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, akses dan kualitas layanan pendidikan bagi anak diharapkan semakin baik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kotim Yolanda Lonita Fenisia beserta jajaran serta Bunda PAUD tingkat kecamatan dan desa se-Kotim.
Baca Juga: Kualitas Udara Nanga Bulik Masuk Kategori Tak Sehat bagi Kelompok Sensitif
Melalui sosialisasi ini, para Bunda PAUD diharapkan semakin memahami tugas dan perannya dalam mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun. Komitmen bersama tersebut diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kotim.
Dengan sinergi yang semakin kuat, program Wajib Belajar 13 Tahun diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi generasi penerus di Kotim. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor