Kotim Masuk Zona Merah, 1.255 Hotspot Terdeteksi dalam Sehari

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Peta kerawanan tingkat kebakaran di Kalimantan ditinjau dari parameter cuaca, berwarna merah artinya aangat mudah terbakar. (Grafis: BMKG) 
Peta kerawanan tingkat kebakaran di Kalimantan ditinjau dari parameter cuaca, berwarna merah artinya aangat mudah terbakar. (Grafis: BMKG) 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin mengkhawatirkan. Dalam 24 jam terakhir, sebanyak 1.255 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kotim.

Data tersebut berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit hingga Jumat (28/8/2026) pukul 07.00 WIB. 

"Kondisi ini terjadi saat wilayah Kalimantan Tengah berada dalam tingkat kemudahan terbakar yang sangat tinggi," ungkap Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Mulyono Leo Nardo. 

BMKG menempatkan seluruh wilayah Kalteng dalam zona merah. Kondisi tersebut menunjukkan bahan bakar di permukaan, termasuk vegetasi dan lahan gambut, berada dalam kondisi sangat mudah terbakar.

Dari 1.255 hotspot yang terdeteksi, sebanyak 1.138 titik memiliki tingkat kepercayaan menengah. Kemudian 55 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi dan 62 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah.

Sebaran hotspot juga tidak merata. Konsentrasi tertinggi berada di wilayah yang berdekatan dengan pusat aktivitas masyarakat.

Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mencatat jumlah terbanyak dengan 287 hotspot. Berikutnya Mentaya Hilir Utara 192 titik, Teluk Sampit 130 titik, Telawang 120 titik, Pulau Hanaut 82 titik, dan Baamang 73 titik.

Pada tingkat desa dan kelurahan, Desa Bagendang Tengah menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 141 titik. Disusul Desa Bangkuang Makmur 127 titik, Desa Tanah Putih 92 titik, Desa Bapinang Hilir 71 titik, serta Kelurahan Pasir Putih 64 titik.

Ancaman tersebut diperparah dengan kondisi cuaca. Berdasarkan prakiraan BMKG, tidak terdapat potensi pertumbuhan awan hujan hingga Sabtu (29/8/2026).

Kondisi kering membuat vegetasi dan material gambut lebih mudah terbakar. Api yang muncul juga berpotensi lebih cepat meluas apabila tidak segera ditangani.

BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.

Meski jumlah hotspot tinggi, angka tersebut merupakan indikator titik panas hasil pemantauan satelit dan bukan jumlah kejadian kebakaran yang telah terverifikasi. Penanganan di lapangan tetap membutuhkan pengecekan dan konfirmasi petugas.

Dengan kondisi cuaca yang masih kering dan belum adanya potensi hujan, kewaspadaan menjadi penting untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
hotspot karhutla kotim zona merah