Karhutla Meluas, Dua Helikopter Water Bombing Disiapkan di Kotim

M. Akbar • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:58 WIB
Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan operasi pemadaman dari udara akan diarahkan untuk membantu menangani kebakaran yang berada jauh dari akses jalan.  (Akbar/Radar Sampit)
Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan operasi pemadaman dari udara akan diarahkan untuk membantu menangani kebakaran yang berada jauh dari akses jalan. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengajukan dukungan dua helikopter water bombing.

Kedua helikopter tersebut direncanakan disiagakan di Bandara H. Asan Sampit untuk mendukung pemadaman dari udara.

Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan dukungan pemadaman udara dibutuhkan untuk menjangkau titik-titik karhutla yang sulit diakses melalui jalur darat.

Pemkab Kotim sebelumnya telah mengajukan permintaan bantuan water bombing kepada pemerintah pusat.

“Kita sudah meminta water bombing. Nantinya akan mangkal di Bandara H. Asan Sampit untuk melakukan pemadaman dari udara. Insyaallah dalam waktu dekat akan dikirim dari BNPB pusat,” ujar Halikinnor, Jumat (28/8).

Ia pun menjelaskan bahwa dua helikopter water bombing tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman, terutama di lokasi yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam maupun pasukan darat.

Halikinnor mengatakan pemadaman dari udara akan difokuskan untuk membantu menangani kebakaran yang berada jauh dari akses jalan. Kondisi medan dan keterbatasan akses menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla melalui jalur darat.

“Harapan kita, terutama kebakaran yang jangkauannya jauh dan tidak bisa dijangkau dengan pemadam kebakaran yang ada, melalui water bombing itulah diharapkan membantu pemadamannya,” katanya.

Menurutnya, dukungan pemadaman dari udara menjadi bagian dari upaya Pemkab Kotim mempercepat pengendalian karhutla. Sementara itu, pemadaman melalui jalur darat tetap dilakukan personel gabungan di sejumlah titik.

Pemerintah daerah berharap sinergi pemadaman dari udara dan darat dapat menekan penyebaran api, khususnya di kawasan yang sulit dijangkau, sehingga karhutla tidak semakin meluas dan mengancam permukiman maupun masyarakat.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
Pemadaman Karhutla karhutla kotim