Karhutla Makin Mengancam, Bupati Kotim Minta Warga Tak Tinggal Diam

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:56 WIB

 

POSKO: Bupati Kotim Halikinnor mengunjungi posko Karhutla di halaman Kantor BPBD Kotim, Selasa (18/8/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
POSKO: Bupati Kotim Halikinnor mengunjungi posko Karhutla di halaman Kantor BPBD Kotim, Selasa (18/8/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meminta masyarakat tidak bersikap acuh ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di sekitar permukiman.

Masyarakat diminta turut membantu petugas dalam upaya penanganan dan pemadaman.

Hal itu disampaikan Halikinnor saat mengunjungi Posko Karhutla di halaman Kantor BPBD Kotim, Selasa (18/8/2026). Kunjungan tersebut sekaligus untuk melihat kesiapan petugas menghadapi kondisi kemarau yang terjadi saat ini.

Baca Juga: Adira Expo Pangkalan Bun, Saatnya Wujudkan Impian dengan Promo Spesial Kemerdekaan

Halikinnor mengatakan, kondisi kemarau tahun ini sesuai dengan prediksi BMKG yang memperkirakan periode panas dan kering cukup panjang. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.

“Kita sudah melihat gejolak dari awal dan berdasarkan ramalan BMKG bahwa ini kemarau panjang dan panas. Ternyata benar. Puncaknya kan Agustus dan September, ini baru Agustus,” kata Halikinnor.

Menurutnya, kondisi di lapangan semakin sulit karena sejumlah embung dan parit mulai mengering akibat cuaca panas. Kondisi tersebut meningkatkan potensi munculnya titik api di sejumlah wilayah sehingga upaya pemadaman harus dilakukan secara maksimal.

Baca Juga: Untama Edukasi Perempuan Pesisir Keraya, Manfaatkan Pangan Lokal untuk Cegah Stunting

Halikinnor mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan petugas ketika terjadi kebakaran, khususnya jika api berada di sekitar rumah warga. Ia menyayangkan masih adanya masyarakat yang memilih berdiam diri saat petugas berjibaku memadamkan api.

“Saya minta juga kepedulian masyarakat, karena personel ini kan terbatas,” tegasnya.

Pemkab Kotim terus berupaya memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana untuk penanganan karhutla. Upaya tersebut juga mendapat dukungan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah hingga instansi vertikal.

Baca Juga: Api Asian Games 2026 telah Dinyalakan

Menurut Halikinnor, unsur TNI dan Polri, termasuk Batalyon, Korem, Kodim dan Polres, turut membantu dalam penanganan karhutla di wilayah Kotim.

“Kita berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memadamkan itu. Namanya bencana alam memang tidak mudah menanggulanginya, tetapi paling tidak kita berusaha dengan segala daya upaya,” pungkasnya. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
kemarau kotim kabut asap karhutla kebakaran lahan