SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Asosiasi Peternak Ayam Petelur terkait penyesuaian harga telur terhadap kenaikan harga pakan ternak belum menghasilkan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi peternak.
Komisi II menilai ketidakhadiran pejabat yang memiliki kewenangan mengambil keputusan menjadi salah satu penyebab belum tercapainya kesepakatan.
Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor, mengatakan RDP digelar untuk mempertemukan peternak, distributor, dan pemerintah guna mencari jalan keluar atas rendahnya harga telur serta tingginya harga pakan. Namun, pembahasan belum dapat dituntaskan karena pejabat yang hadir tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan.
“Harapan kami melalui RDP ini ada solusi dan kesepakatan. Namun yang hadir hanya kepala bidang, padahal bukan pengambil keputusan. Sangat kami sayangkan Plt Kepala Dinas maupun pihak yang berwenang tidak hadir,” ujarnya usai RDP di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kotim, Senin (3/8).
Menurut Akhyannoor, ketidakhadiran pejabat terkait menjadi catatan serius bagi Komisi II DPRD Kotim. Sebab, hasil pembahasan tetap harus disampaikan kembali kepada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) sehingga penyelesaian persoalan menjadi lebih lambat.
“Kami berharap ke depan jangan lagi diwakilkan. Kalau pejabat pengambil keputusan tidak hadir, pembahasan menjadi tidak maksimal karena hasil rapat tetap harus dikembalikan lagi kepada kepala dinas,” tegasnya.
Ia menambahkan, kekecewaan tersebut juga dirasakan Sekretaris Komisi II DPRD Kotim Muhammad Iwan Kurniawan dan anggota Komisi II lainnya yang berharap RDP mampu menghasilkan keputusan yang dapat segera ditindaklanjuti.
Selain menyoroti kehadiran pejabat, Akhyannoor juga mendorong pemerintah mencari solusi untuk menekan biaya produksi peternak. Salah satunya melalui pemanfaatan pakan fermentasi sebagai alternatif pakan tambahan yang lebih ekonomis.
Di sisi lain, ia berharap pabrik pakan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang hingga kini belum beroperasi dapat segera difungsikan. Menurutnya, keberadaan pabrik tersebut akan membantu menekan biaya produksi, tidak hanya bagi peternak ayam petelur tetapi juga peternak ikan.
“Kami berharap pabrik pakan itu segera difungsikan. Kalau bisa beroperasi, tentu akan sangat membantu peternak ayam maupun peternak ikan,” ucapnya.
Akhyannoor menegaskan DPRD akan terus mengawal aspirasi para peternak agar mendapat tindak lanjut dari pemerintah.
Ia juga berharap seluruh pihak menghormati setiap agenda rapat yang telah dijadwalkan sehingga pembahasan berbagai persoalan dapat menghasilkan keputusan yang lebih cepat, efektif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko