Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Lamandau

Ria Mekar Anggreany
Warga memadati halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Selasa (4/8) pagi, untuk membeli bahan pangan pokok bersubsidi. (RIA/RADAR SAMPIT) 
Warga memadati halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Selasa (4/8) pagi, untuk membeli bahan pangan pokok bersubsidi. (RIA/RADAR SAMPIT) 

Advertisement

  

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Ratusan warga memadati halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Selasa (4/8) pagi, untuk membeli bahan pangan pokok bersubsidi melalui Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Jadi ke-24 Kabupaten Lamandau dan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Sebelum kegiatan dibuka, warga telah mengantre untuk mendapatkan kupon pembelian sembako bersubsidi. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.

Advertisement

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau Aprimeno Sabdey mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Lamandau menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

"Inflasi Kabupaten Lamandau pada minggu keempat Juli 2026 mencapai 0,84 persen. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap bahan pangan pokok," ujarnya.

Menurut Aprimeno, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi pemerintah daerah dengan pelaku usaha dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Advertisement

Pada kegiatan itu, pemerintah menyediakan tujuh komoditas pangan bersubsidi, yakni 650 sak beras premium kemasan 5 kilogram seharga Rp67.000 per sak dari harga pasar Rp90.000, 600 piring telur ayam Rp46.000 per piring, 500 kilogram gula pasir Rp16.000 per kilogram, 600 liter minyak goreng Rp19.000 per liter, 350 kilogram bawang merah Rp34.000 per kilogram, 350 kilogram bawang putih Rp35.000 per kilogram, serta 50 kilogram cabai rawit Rp32.000 per setengah kilogram.

Total subsidi yang dikucurkan pemerintah mencapai Rp36,7 juta dengan besaran subsidi berkisar 14 hingga 26 persen dari harga pasar.

Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid yang membuka kegiatan tersebut menegaskan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk menjaga ketersediaan pangan yang cukup, mudah diperoleh, dan terjangkau.

Ia mengatakan kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Karena itu, pemerintah menghadirkan Gerakan Pangan Murah agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Warga Luwuk Langkuas Antusias Sambut Gerakan Pangan Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Warga Luwuk Langkuas Antusias Sambut Gerakan Pangan Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Ratusan warga Desa Luwuk Langkuas mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis (PKG), pengobatan gratis, yang digelar TP PKK Gumas

Beras SPHP Ludes dalam Gerakan Pangan Murah  

Beras SPHP Ludes dalam Gerakan Pangan Murah  

BEras SPHP yang disediakan Polsek Sepang bekerja sama dengan Gudang Bulog Kuala Kurun habis terjual dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah

Gerakan Pangan Murah di Kuala Kurun Ludes Diserbu Warga

Gerakan Pangan Murah di Kuala Kurun Ludes Diserbu Warga

DPKP) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bekerjasama dengan TP-PKK) menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM), di Stadion Mini Kuala Kurun

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer