SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Aksi seekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) membuat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) harus dua kali turun tangan dalam sehari. Namun, satwa liar itu rupanya lebih lihai. Dua kali didatangi petugas, dua kali pula berhasil menghilang.
Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 14.38 WIB. Petugas menerima laporan dari seorang warga bernama Gusnadi melalui WhatsApp Group Humas Damkar 113 mengenai seekor monyet yang berkeliaran di kawasan Jalan S. Parman Nomor 286, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Tak butuh waktu lama, tim dari Peleton III langsung bergerak. Hanya dua menit setelah laporan diterima, personel berangkat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 14.42 WIB.
Namun, sesampainya di lokasi, monyet yang menjadi "target operasi" justru sudah menghilang.
“Setiba di tempat kejadian kami tidak menemukan keberadaan seekor monyet ekor panjang. Kemungkinan besar monyet tersebut telah m abur, sehingga menyulitkan petugas suntuk menemukannya,” ungkap Komandan Peleton Jaga Disdamkarmat Kotim Supriansyah.
Petugas sempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi, tetapi tidak menemukan keberadaan satwa tersebut. Dalam laporan operasi, petugas menduga monyet itu telah lebih dulu melarikan diri sehingga menyulitkan proses evakuasi.
Operasi akhirnya dihentikan sekitar pukul 15.10 WIB dan seluruh personel kembali ke markas.
Belum sempat beristirahat lama, petugas kembali menerima laporan serupa pada pukul 18.05 WIB.
Kali ini, seorang warga bernama Ais Ayu melaporkan seekor monyet berada di atas atap rumah di Jalan Seribu Dahan, tepatnya di depan Klinik Seribu Dahan, yang masih berada di Kelurahan Mentawa Baru Hulu.
Regu kembali bergegas menuju lokasi dengan satu unit mobil Hilux merah dan sebuah sepeda motor operasional. Petugas tiba sekitar pukul 18.13 WIB dan langsung melakukan pencarian di sekitar rumah yang dilaporkan.
Namun hasilnya kembali sama.
“Saat petugas mulai melakukan penyisiran, monyet tersebut kembali menghilang tanpa jejak,” ungkap Supriansyah lagi.
Setelah memastikan satwa itu tidak lagi berada di sekitar lokasi, petugas memutuskan menghentikan operasi dan kembali ke Markas Komando Damkarmat untuk melanjutkan tugas piket.
Meski dua kali "dipermainkan" monyet dalam satu hari, seluruh operasi berlangsung aman tanpa korban maupun kendala berarti. Kondisi cuaca saat penanganan juga dilaporkan cerah.
Peristiwa ini pun menjadi pengalaman unik bagi petugas Damkar Kotim. Biasanya mereka berjibaku memadamkan api atau mengevakuasi ular dan hewan liar lainnya. Namun kali ini, mereka harus mengejar seekor monyet yang seolah selalu selangkah lebih cepat.
Boleh jadi, monyet tersebut belum berniat untuk "ditangkap". Setiap kali petugas datang, ia sudah lebih dulu berpindah tempat, meninggalkan petugas yang hanya bisa memastikan sang primata kembali lolos dari kejaran. (oes)
Editor : Slamet Harmoko