SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dengan memperluas sosialisasi ke lingkungan pendidikan, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membentengi generasi muda dari ancaman narkoba sejak usia dini.
Kepala BNNK Kotim, AKBP Muhammad Fadli, mengatakan kegiatan edukasi tersebut merupakan tindak lanjut dari peluncuran program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Antinarkotika Dimulai dari Anak) yang menitikberatkan pada penguatan kesadaran antinarkoba di kalangan pelajar.
Baca Juga: Eks Golden Sampit Masih Rawan Narkoba, BNNK Kotim Dorong Pos Terpadu Segera Dibentuk
“Dengan adanya program Ananda Bersinar, kami akan tetap menyasar sekolah-sekolah. Selama satu pekan kemarin kami mendatangi sekolah-sekolah dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dan kegiatan itu akan terus kami lanjutkan,” ujarnya, Kamis (23/7).
Menurut Fadli, pelajar dan mahasiswa menjadi kelompok yang rentan terpapar pengaruh peredaran gelap narkotika. Karena itu, pendidikan dan penyuluhan dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun daya tahan generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.
Kampus Jadi Sasaran Berikutnya
Tidak hanya menyasar siswa sekolah, BNNK Kotim juga berencana memperluas program edukasi ke lingkungan perguruan tinggi. Upaya ini dilakukan agar pemahaman mengenai risiko dan dampak penyalahgunaan narkotika dapat menjangkau lebih banyak kalangan muda.
“Selain sekolah, dunia kampus juga akan kami tindak lanjuti. Kami ingin memberikan pemahaman tentang cara menghindari penyalahgunaan narkotika dan bahaya yang ditimbulkan apabila narkoba digunakan,” kata Fadli.
Baca Juga: Keluarga Sempat Mengira Modus Penipuan Saat Menerima Kabar dr Muhammad Zulfikar Drakel Meninggal
Ia menegaskan, penyuluhan yang dilakukan tidak hanya memberikan informasi mengenai jenis dan dampak narkoba, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan untuk mengenali, menghindari, dan menolak ajakan yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan zat terlarang.
Libatkan Banyak Pihak dalam Pencegahan
BNNK Kotim menilai upaya pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, lembaga tersebut terus menggandeng sekolah, perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat gerakan antinarkoba secara berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat, produktif, dan bebas dari pengaruh narkotika.
“Pencegahan harus dimulai sejak dini. Kami berharap anak-anak dan generasi muda memiliki pemahaman yang kuat sehingga mampu melindungi diri dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko