Kemarau Panjang! Sungai di Desa Samuda Besar Mulai Mengering, Warga Kesulitan Air Bersih

Heriansyah • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:24 WIB

 

KEMARAU : Ketua BPD Desa Samuda Besar, Hamdi, menunjukkan kondisi sungai di Desa Samuda Besar, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, yang mengalami penyusutan debit air akibat musim kemarau panjang. Kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas warga dan memicu kekhawatiran akan krisis air bersih. (Foto: Heriansyah/Radar Sampit)

 
KEMARAU : Ketua BPD Desa Samuda Besar, Hamdi, menunjukkan kondisi sungai di Desa Samuda Besar, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, yang mengalami penyusutan debit air akibat musim kemarau panjang. Kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas warga dan memicu kekhawatiran akan krisis air bersih. (Foto: Heriansyah/Radar Sampit)  

SAMUDA, Radarsampit.jawapos.com – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai menimbulkan dampak serius di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Salah satunya terjadi di Desa Samuda Besar, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, di mana sungai yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat mulai mengering.

Berdasarkan pantauan Radar Sampit di lapangan, debit air sungai mengalami penurunan drastis hingga menyisakan hamparan lumpur di sejumlah titik.

Baca Juga: Sakit Jantung Paksa Nanik Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN?

Kondisi tersebut membuat sungai yang biasanya dimanfaatkan warga untuk mandi, mencuci, hingga sarana transportasi air tidak lagi dapat difungsikan secara optimal.

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Samuda Besar, Hamdi, mengatakan kekeringan telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan mulai menyulitkan aktivitas masyarakat.

“Sungai ini merupakan salah satu sarana penunjang aktivitas harian warga Desa Samuda Besar. Kalau kondisinya kering seperti ini, otomatis warga kesulitan mendapatkan air bersih dan mobilitas juga ikut terganggu,” ujarnya saat menunjukkan kondisi alur sungai yang mengering.

Baca Juga: Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Ungkap Rencana Pembentukan Dewan Pengawas

Menurut Hamdi, masyarakat kini terpaksa mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 “Kami berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah penanganan, baik melalui pendistribusian air bersih maupun solusi jangka panjang untuk mengantisipasi krisis air selama musim kemarau,” harapnya.

Enor, warga Samuda Besar manambahkan, selama musim kemarau ini, dirinya kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Kotim Capai 80 Persen, Ditarget Tuntas 9 September

“Selain berharap mendapatkan bantuan air bersih, semoga hujan segera turun,” tandasnya. (joy/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering samuda krisis air bersih kemarau kotim