Telaga Antang Jadi Episentrum Hotspot Kotim, Sumbang 34 dari 59 Titik Panas

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:57 WIB
Pemadaman kebakaran pada lahan gambut Kotawaringin Timur, baru-baru ini. (TRC BPBD Kotim) 
Pemadaman kebakaran pada lahan gambut Kotawaringin Timur, baru-baru ini. (TRC BPBD Kotim) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kecamatan Telaga Antang kembali menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Berdasarkan rekapitulasi BMKG dan BPBD Kotim, dari total 59 hotspot yang terdeteksi dalam 24 jam terakhir, 34 titik atau lebih dari separuh berada di kecamatan tersebut.

Data yang diakses pada Selasa (21/7) pukul 07.00 WIB menunjukkan seluruh hotspot memiliki tingkat kepercayaan menengah (medium confidence) berdasarkan hasil pemantauan satelit BRIN dan BMKG.

Sebaran hotspot di Telaga Antang didominasi Desa Bukit Indah dengan 28 titik panas. Sementara sisanya tersebar di Desa Luwuk Kowan sebanyak dua titik, Tumbang Puan dua titik, Batu Agung satu titik, dan Tumbang Sangai satu titik.

Di luar Telaga Antang, hotspot juga terdeteksi di Kecamatan Antang Kalang sebanyak sembilan titik. Kemudian Mentaya Hilir Utara, Kota Besi, dan Mentawa Baru Ketapang masing-masing tiga titik.

Kecamatan Telawang, Parenggean, dan Cempaga Hulu masing-masing dua titik, sedangkan Bukit Santuai satu titik.

Jika dirinci hingga tingkat desa, Antang Kalang didominasi Desa Kuluk Telawang dengan tujuh hotspot. Di Mentaya Hilir Utara, titik panas tersebar di Bagendang Tengah sebanyak dua titik dan Bagendang Hulu satu titik.

Sementara itu, Kecamatan Kota Besi seluruh hotspot berada di Desa Soren. Di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, tiga hotspot terdeteksi di Desa Eka Bahurui.

Kecamatan Telawang mencatat dua hotspot di Desa Tanah Putih, Parenggean masing-masing satu titik di Desa Manjalin dan Kabuau, sedangkan Cempaga Hulu seluruhnya berada di Desa Tumbang Koling.

Berdasarkan rincian koordinat, sebagian besar hotspot terpantau oleh satelit NOAA-20 dan SNPP pada Senin (20/7) hingga dini hari Selasa (21/7).

Tingginya jumlah hotspot di Telaga Antang menempatkan wilayah tersebut sebagai episentrum titik panas di Kotim dalam sehari terakhir.

Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan apabila tidak segera ditindaklanjuti melalui patroli lapangan dan penanganan dini.

BMKG dan BPBD mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditangani sebelum meluas. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Hotspot Kotim telaga antang