Api Melalap Lahan Gambut di Sampit, Tim Gabungan Dikerahkan ke Lokasi

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 21:19 WIB
KARHUTLA : Petugas gabungan Polres Kotim dan BPBD memadamkan kebakaran lahan di Jalan Tjilik Riwut, kilometer 10, Baamang, Sampit, Senin (20/7/2026) petang. FOTO: POLRES KOTIM/RADAR SAMPIT
KARHUTLA : Petugas gabungan Polres Kotim dan BPBD memadamkan kebakaran lahan di Jalan Tjilik Riwut, kilometer 10, Baamang, Sampit, Senin (20/7/2026) petang. FOTO: POLRES KOTIM/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Lahan gambut dan semak belukar di Jalan Tjilik Riwut Km 10, Kecamatan Baamang, terbakar pada Senin (20/7/2026) petang, sehingga memaksa tim gabungan turun tangan melakukan pemadaman.

Menerima laporan dari masyarakat, personel Sat Samapta Polres Kotim bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung menuju lokasi kebakaran.

Sebanyak 12 personel BPBD dan empat anggota Sat Samapta dikerahkan untuk memadamkan api agar tidak meluas ke area sekitar.

Baca Juga: Bakar Lahan Demi Cepat dan Murah? Siap-Siap Berhadapan dengan Hukum

Setelah kobaran berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Langkah tersebut dinilai penting mengingat lahan gambut memiliki potensi kembali terbakar meski api di permukaan telah padam.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasat Samapta Iptu Heri Susanto mengatakan respons cepat dan sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam mengendalikan karhutla, terutama saat memasuki musim kemarau.

"Kecepatan merespons laporan sangat penting agar api tidak meluas. Sinergi Sat Samapta dan BPBD terus kami perkuat dalam penanganan karhutla," ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: Tongkrongan Remaja di Palangka Raya Disambangi Polisi, Ini yang Disampaikan..

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kondisi lahan gambut yang kering membuat api mudah merambat dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.

"Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah karhutla dengan tidak membakar lahan. Mari jaga lingkungan agar Kotim terhindar dari kebakaran dan kabut asap," imbaunya. (sir/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
gambut tim gabungan Dilalap Api karhutla kebakaran lahan