SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, meminta para orang tua membatasi sekaligus mengawasi penggunaan gadget oleh anak, terutama yang baru memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pengawasan dinilai penting untuk mencegah anak kecanduan gim daring maupun terpapar konten negatif di internet.
Pesan tersebut disampaikan Irawati saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Sampit, Senin (13/7).
Menurut Irawati, anak usia SMP masih berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap berbagai pengaruh dari lingkungan, termasuk penggunaan teknologi digital. Karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting dalam mengarahkan pemanfaatan gadget agar tetap memberi manfaat.
“Pembatasan penggunaan gadget sebenarnya menjadi aturan di masing-masing rumah. Karena anak-anak ini baru memasuki usia SMP yang masih labil, saya berharap orang tua bisa mengawasi penggunaan gadget mereka,” ucap Irawati.
Ia mengatakan pengawasan tidak hanya berkaitan dengan durasi penggunaan gadget, tetapi juga jenis konten yang diakses anak. Menurutnya, tanpa pengawasan, anak berpotensi melihat konten yang tidak sesuai dengan usianya.
“Kadang saat membuka ponsel bisa saja muncul konten yang tidak pantas dilihat anak-anak. Karena itu, kalau bisa waktu penggunaan gadget dibatasi. Di sekolah juga ada aturan mengenai penggunaan gadget. Intinya, gunakan gadget untuk hal-hal yang baik,” katanya.
Di sisi lain, Irawati tetap mendorong peserta didik memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sebagai sarana belajar dan mengembangkan kreativitas.
“Kita hidup di era digital yang berkembang sangat cepat. Saya berharap kalian mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar, berinovasi, mencari informasi yang bermanfaat, serta menghasilkan karya-karya yang membanggakan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan siswa agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.
“Jangan mudah percaya pada berita bohong, jangan menyebarkan ujaran kebencian, dan jangan menggunakan media sosial untuk melakukan perundungan terhadap teman. Jadilah generasi digital yang cerdas, santun, bertanggung jawab, dan beretika,” tegasnya.
Selain menguasai teknologi, Irawati berharap para siswa terus membangun karakter melalui sikap jujur, disiplin, kerja keras, menghormati guru dan orang tua, serta peduli terhadap sesama.
Menurutnya, perpaduan antara karakter yang kuat dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko