SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kinerja ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan tren positif selama dua tahun terakhir.
Sejumlah indikator makro mengalami perbaikan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan, hingga meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Capaian tersebut disampaikan dalam pidato pengantar Bupati Kotim pada rapat paripurna DPRD Kotim, Senin (13/7), yang dibacakan Wakil Bupati Kotim, Irawati.
Irawati mengatakan laju pertumbuhan ekonomi Kotim meningkat dari 4,00 persen pada 2024 menjadi 5,82 persen pada 2025. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan semakin kuatnya aktivitas perekonomian daerah di tengah dinamika ekonomi regional maupun nasional.
“Capaian tersebut mencerminkan semakin kuatnya aktivitas ekonomi di daerah meski masih menghadapi dinamika ekonomi regional maupun nasional,” katanya.
Selain pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi di Kotim juga dinilai masih terkendali. Inflasi tercatat sebesar 1,18 persen pada 2024 dan berada di angka 2,66 persen pada 2025, yang masih berada dalam kisaran aman untuk menjaga stabilitas harga barang dan jasa.
Di sektor kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 5,83 persen pada 2025 atau lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 8,25 persen pada September 2025.
“Perbaikan juga terlihat pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 4,63 persen pada 2024 menjadi 4,39 persen pada 2025,” tambahnya.
Sementara itu, kualitas pembangunan manusia juga terus mengalami peningkatan. Nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kotim naik dari 74,47 pada 2024 menjadi 74,96 pada 2025.
Irawati menilai secara umum kondisi ekonomi Kotim masih stabil meskipun beberapa indikator sempat dipengaruhi gejolak ekonomi di tingkat regional maupun nasional.
“Alhamdulillah hingga saat ini pergerakan ekonomi daerah kita masih cukup stabil dan terkendali. Kita berharap kondisi ini bisa terus dijaga, bahkan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita harus tetap bersama-sama berikhtiar, bahu-membahu, disertai doa agar pembangunan dan perekonomian Kabupaten Kotim terus mengalami kemajuan,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko