SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – SMP Negeri 1 Sampit siap menyambut peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan daftar ulang selesai dilaksanakan.
Proses SPMB jenjang SD dan SMP di Kabupaten Kotawaringin Timur telah rampung. Hasil seleksi untuk 15 SD negeri dan 10 SMP negeri yang menggunakan sistem dalam jaringan (daring) diumumkan melalui portal resmi SPMB Online.
Daftar ulang calon peserta didik baru jenjang SMP telah dilaksanakan pada 6–7 Juli 2026, sedangkan jenjang SD berlangsung pada 9–10 Juli 2026. Penerimaan siswa baru dilakukan melalui empat jalur, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Salah satu sekolah yang menerapkan sistem SPMB daring adalah SMP Negeri 1 Sampit. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 1 Sampit, Yuli Karyati, mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan aman dan terkendali meskipun menggunakan sistem aplikasi baru yang dikoordinasikan Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Telkom.
Untuk membantu masyarakat selama proses pendaftaran, sekolah membuka posko pelayanan di lobi sekolah bagi orang tua yang membutuhkan pendampingan teknis.
"Secara aplikasi, jumlah pendaftar yang terdeteksi memang sempat mencapai lebih dari 500 data. Hal itu terjadi karena sistem memberikan kesempatan kepada siswa memilih hingga tiga sekolah, serta adanya proses perbaikan berkas maupun perpindahan jalur, seperti dari domisili ke prestasi atau jalur lainnya," ujar Yuli saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7).
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMP Negeri 1 Sampit menyediakan kuota sebanyak 288 siswa yang akan dibagi ke dalam sembilan rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 32 siswa per kelas.
Yuli menambahkan, penambahan ruang kelas baru belum memungkinkan dilakukan karena keterbatasan lahan sekolah. Saat ini, sekolah lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik yang berkurang akibat banyaknya guru memasuki masa pensiun.
Sebagai persiapan memasuki tahun ajaran baru, SMP Negeri 1 Sampit menggelar Pra-MPLS pada Jumat (10/7). Kegiatan tersebut difokuskan untuk melatih kesiapan siswa baru, terutama menghadapi upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah, Senin, 13 Juli 2026.
"Kami melaksanakan Pra-MPLS agar anak-anak dapat berlatih upacara bendera karena petugas upacara nanti adalah para siswa baru. Kami juga melibatkan pengurus OSIS kelas VIII dan IX untuk mendampingi mereka selama masa pengenalan di kelas," katanya.
Menurut Yuli, materi MPLS tahun ini mengacu pada instruksi terbaru Kementerian Pendidikan dengan mengintegrasikan gerakan aksi nyata 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti pembiasaan bangun pagi, pagi ceria, dan olahraga bersama guna mewujudkan generasi anak Indonesia yang aktif dan sehat. (yn)
Editor : Heru Prayitno