Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kemarau Tiba, Stop Bakar Sampah! Cegah Karhutla

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 6 Juli 2026 | 21:08 WIB
ILUSTRASI: Bakar sampah bikin panik/Dok.Radarsampit
ILUSTRASI: Bakar sampah bikin panik/Dok.Radarsampit

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau.

Langkah ini dinilai menjadi upaya paling sederhana sekaligus efektif untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala DLH Kotim Marjuki mengatakan pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, banyak kebakaran besar berawal dari aktivitas yang dianggap sepele, seperti membakar sampah di pekarangan.

Baca Juga: HNR Cup Sukses, Bupati Kotim Targetkan Turnamen Lebih Besar Tahun Depan

"Sering kali kebakaran besar berawal dari hal yang dianggap sepele, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Dampaknya sangat luas, mulai dari kabut asap, gangguan kesehatan, kerusakan lingkungan hingga terganggunya aktivitas masyarakat," ujarnya.

DLH terus menggencarkan edukasi melalui berbagai media, termasuk media sosial, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan. Warga juga diminta mengelola sampah dengan benar, memilah sampah, dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan tanpa membakarnya.

Baca Juga: Ketok Palu APBD 2025, DPRD Kotim Soroti SiLPA dan Infrastruktur

Selain itu, masyarakat diimbau segera melaporkan jika menemukan titik api atau kepulan asap agar dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas. Warga juga diminta membersihkan ranting kering, rumput, dan material mudah terbakar di sekitar rumah.

"Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan perekonomian masyarakat. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah masing-masing," tegas Marjuki. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#musim kemarau #rawan karhutla #lingkungan #sampah