SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pengembangan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Melalui pengelolaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), jajaran Subseksi Kegiatan Kerja (Giatja) secara rutin melakukan perawatan kolam bioflok. Mulai dari menjaga kualitas air, membersihkan fasilitas, hingga memantau pertumbuhan ikan agar hasil budidaya tetap optimal.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit Muhammad Yani, mengatakan pengembangan perikanan bioflok merupakan salah satu bentuk implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam mewujudkan kemandrian pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Baca Juga: Lapas Sampit Pastikan Hak Layanan Kesehatan Warga Binaan Terpenuhi
"Program bioflok menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga membangun keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Harapannya, warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.
Menurut Yani, pengelolaan budidaya ikan dilakukan secara terukur sehingga mampu memberikan manfaat ganda, yakni mendukung kebutuhan pangan sekaligus menjadi media pembelajaran praktik usaha di bidang perikanan.
"Keterlibatan aktif warga binaan dalam setiap tahapan budidaya menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Mereka dilatih memahami teknik pemeliharaan ikan , pengelolaan kolam, hingga menjaga kualitas lingkungan budidaya," terangnya.
Yani berharap, program tersebut terus berkembang dan mampu menghasilkan panen yang optimal. Selain memperkuat ketahanan pangan, keberhasilan budidaya bioflok juga diharapkan menjadi contoh pembinaan produktif yang dapat diteraokan secara berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama