Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Karhutla Kepung Desa Eka Bahurui, Tim Gabungan Berpacu dengan Krisis Air

Usay Nor Rahmad • Sabtu, 4 Juli 2026 | 11:09 WIB
Semak seluas 5 hektare lebih terbakar di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (4/7/2026). (Tim Gabungan Pencegahan Karhutla Kotim) 
Semak seluas 5 hektare lebih terbakar di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (4/7/2026). (Tim Gabungan Pencegahan Karhutla Kotim) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Kotawaringin Timur. Kali ini, api mengepung kawasan Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dengan luas lahan yang diperkirakan mencapai sekitar lima hektare.

Tim gabungan masih berpacu memadamkan api di tengah krisis air yang menjadi kendala utama di lapangan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Multazam mengatakan, operasi pemadaman secara intensif baru dilaksanakan pada Sabtu (4/7/2026), setelah sehari sebelumnya dilakukan asesmen untuk memetakan kondisi kebakaran.

"Bnar, hari ini baru dilaksanakan pemadaman," ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, pada Jumat (3/7/2026), Tim Reaksi Cepat BPBD Kotim bersama Masyarakat Peduli Api Desa Eka Bahurui telah melakukan penilaian lapangan guna menentukan strategi penanganan yang paling efektif.

"Kemarin Jumat, kami sudah lakukan penilaian lapangan oleh TRC BPBD Kotim bersama MPA Eka Bahurui," katanya.

Hasil patroli udara menunjukkan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Namun, proses pemadaman menghadapi tantangan berat karena sumber air berada sekitar 500 meter dari titik api.

"Estimasi dari tim Patroli Udara lima hektare. Ada kendala air untuk pemadaman, sumber air terdekat berada sekitar 500 meter dari lokasi. Rencana air akan kami estafet menggunakan embung portable," jelas Multazam.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, petugas menyiapkan sistem distribusi air secara estafet menggunakan embung portabel. Cara ini diharapkan mampu menjaga pasokan air ke titik kebakaran sehingga proses pembasahan dapat berlangsung lebih efektif dan api tidak terus meluas.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap. BPBD Kotim juga terus berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk memastikan kebakaran segera terkendali.

Multazam mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang semakin kering membuat api lebih mudah menyebar.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#eka baharui #krisis air #sampit #kotim #karhutla