Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bulog Kotawaringin Timur Optimistis Serapan Gabah Capai Target

Yuni Pratiwi Iskandar • Jumat, 3 Juli 2026 | 10:29 WIB
Ilustrasi Beras Bulog
Ilustrasi Beras Bulog

 

 SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Kotawaringin Timur (Kotim) optimistis mampu mencapai target penyerapan gabah petani pada 2026. Hingga akhir Juni 2026, realisasi penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) telah mencapai 9.658 ton atau sekitar 58 persen dari target tahunan sebesar 16.554 ton.

Kepala Perum Bulog KC Kotim Wahyu Tri Hutomo mengatakan, penyerapan gabah masih terus berlangsung seiring musim panen di sejumlah sentra produksi padi pada Juli.

“Penyerapan masih terus berjalan sampai saat ini. Kami yakin target tahun ini bisa tercapai 100 persen,” ujarnya.

Menurut Wahyu, sentra produksi padi seperti Lampuyang dan Pagatan mulai memasuki masa panen musim tanam kedua pada Juli. Wilayah tersebut menjadi salah satu andalan karena petani umumnya dapat melakukan hingga tiga kali musim tanam dalam setahun.

Selain itu, Kecamatan Teluk Sampit dan Mentaya Hilir Selatan menjadi wilayah dengan kontribusi penyerapan gabah terbesar di Kotim. Sementara di Kabupaten Katingan, pasokan gabah banyak berasal dari Katingan Kuala dan Pagatan.

Bulog membeli gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Gabah kemudian diproses melalui mitra penggilingan sebelum disimpan di gudang Bulog dalam bentuk beras sebagai cadangan pangan pemerintah.

“Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah Kering Panen masih tetap Rp6.500 per kilogram,” katanya.

Di sisi lain, Wahyu memastikan ketersediaan beras di wilayah kerja Bulog KC Kotim dalam kondisi aman. Saat ini, Bulog memiliki sekitar 9.000 ton beras yang terdiri atas beras medium dan premium. Dengan rata-rata penyaluran sekitar 500 ton per bulan, stok tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga sekitar 15 bulan ke depan.

Menurutnya, volume penyaluran dapat meningkat menjadi sekitar 1.000 ton per bulan apabila pemerintah kembali menjalankan program bantuan pangan. Meski demikian, persediaan yang ada masih dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kotim, Katingan, dan Seruyan.

Wahyu menegaskan Bulog tetap berkomitmen menyerap hasil panen petani meski target penyerapan telah tercapai, selama masih ada penugasan dari pemerintah pusat dan dukungan anggaran. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga harga gabah di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional. (yn/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#bulog #Kotawaringin Timur (Kotim) #beras