SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur mendeteksi lima titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam pemantauan 24 jam terakhir hingga Jumat (2/7/2026) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan data rekapitulasi hotspot, lima titik panas tersebut memiliki tingkat kepercayaan tinggi (confidence level 8). Sebarannya berada di Kecamatan Bukit Santuai, Telawang sebanyak dua titik, Baamang, dan Seranau.
Dua hotspot di Kecamatan Telawang terpantau berada di Kelurahan Tanah Putih. Sementara titik lainnya masing-masing berada di Kelurahan Tumbang Batu, Baamang Hulu, dan Ganepo.
BMKG juga mengeluarkan analisis potensi kemudahan terjadinya kebakaran untuk 2 hingga 3 Juli 2026. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar wilayah selatan Kalimantan Tengah, termasuk kawasan Kotawaringin Timur, berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Di sisi lain, peluang terbentuknya awan hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur hingga 3 Juli 2026 pukul 07.00 WIB diprakirakan rendah berdasarkan model prediksi cuaca numerik.
Kondisi ini mengindikasikan peluang hujan yang terbatas sehingga belum mampu membantu menekan potensi munculnya titik api secara signifikan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat musim kemarau di Kalimantan Tengah mulai menguat pada Juli hingga Agustus.
BMKG mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, menghindari aktivitas yang dapat memicu api, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditangani sejak dini.(oes)
Editor : Slamet Harmoko