SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Pembinaan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Desa dan Kelurahan Tahun 2026.
Kegiatan yang dimulai Selasa (30/6/2026) itu bertujuan memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kapasitas pengurus agar Posyantek mampu menjadi penggerak inovasi dan pemberdayaan masyarakat di desa maupun kelurahan.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) DPMD Kotim, Saprudin, mengatakan pembinaan tersebut merupakan implementasi Peraturan Bupati Kotim Nomor 38 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Pos Pelayanan Teknologi Desa dan Kelurahan.
Baca Juga: Fraksi PAN-PKS Minta Pemkab Bangun dan Perbaiki PJU di Titik Rawan
Melalui kegiatan itu, pemerintah daerah ingin memastikan Posyantek dikelola secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Posyantek bukan hanya menjadi tempat pelayanan teknologi, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kapasitas pengurus harus terus ditingkatkan agar mampu mengembangkan inovasi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa," ujarnya.
Pembinaan diikuti lurah, kepala desa, pengurus Posyantek, serta pendamping desa. Kegiatan berlangsung selama lima hari secara bergilir di Posyantek Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kelurahan Baamang Hulu, Kelurahan Tanah Mas, Desa Seragam Jaya, dan Desa Luwuk Bunter.
Baca Juga: Proses Khitan Tak Selalu Menakutkan, Bisa Sambil Main PlayStation, Pulangnya Dapat Hadiah
Selama pembinaan, peserta mendapatkan materi penguatan kelembagaan, penyusunan program kerja, hingga strategi pengembangan Posyantek yang disampaikan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Kotim. Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pengurus dalam mengelola Posyantek secara berkelanjutan.
Saprudin menambahkan, Posyantek memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan teknologi tepat guna di desa.
“Melalui pembinaan ini, DPMD berharap Posyantek dapat melahirkan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan produktivitas, memperkuat potensi desa, serta mendorong terwujudnya desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” harapnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor