Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kominfo Kotim Targetkan Literasi Digital Menjangkau Hingga Pelosok Desa

M. Akbar • Selasa, 30 Juni 2026 | 12:39 WIB
Kepala Diskominfo Kotim, Cok Orda Putra Legawa.  (Akbar/Radar Sampit)
Kepala Diskominfo Kotim, Cok Orda Putra Legawa. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan program literasi digital dapat menjangkau hingga pelosok desa melalui Gerakan Literasi Digital Daerah.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital sekaligus mendorong transformasi pelayanan publik dan pengembangan ekonomi desa.

Kepala Dinas Kominfo Kotim, Cok Orda Putra Legawa, mengatakan gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Forum Koordinasi Lintas Sektoral yang sebelumnya telah dilaksanakan. Melalui program ini, pemerintah ingin mempercepat pemerataan literasi digital hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Dalam pelaksanaannya, pemerintah desa menjadi ujung tombak penguatan literasi digital. Kominfo tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah, sektor swasta, komunitas, maupun media. Karena itu, gerakan ini merupakan upaya bersama agar literasi digital benar-benar menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput,” katanya, Selasa (30/6).

Menurut Cok Orda, program tersebut tidak hanya menyasar kader digital di desa, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penguatan kapasitas diberikan agar mereka mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha dan memperluas pemasaran produk.

“Melalui program ini kami ingin meningkatkan kapasitas para kader digital di desa. Tidak hanya itu, pelaku UMKM juga menjadi sasaran agar mereka bisa naik kelas dan mempromosikan produknya ke pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital,” tambahnya.

Ia menjelaskan, para camat memiliki peran strategis dalam mempercepat pengembangan ekosistem digital di wilayah masing-masing. Karena itu, kecamatan didorong menjadi penggerak proses inkubasi, pembinaan, dan penguatan komunitas digital di desa.

“Kami berharap para camat dapat menjadi penggerak dalam mempercepat proses inkubasi, pengembangan, dan penguatan literasi digital, baik bagi komunitas digital, UMKM, maupun kader-kader yang ada di desa,” jelasnya.

Di sisi lain, Kominfo mengakui masih terdapat tantangan berupa belum meratanya akses internet di sejumlah desa dan kecamatan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Kotim telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui penyediaan layanan internet berbasis Starlink.

“Tahun ini Kabupaten Kotim direncanakan menerima 66 unit perangkat layanan internet yang akan ditempatkan di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses jaringan. Dengan demikian, desa-desa tetap dapat mengakses internet untuk mendukung pelayanan pemerintahan maupun pelaporan keuangan melalui aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes),” ujar Cok Orda.

Selain memperluas akses internet, Pemkab Kotim juga mempelajari praktik terbaik dari daerah lain dalam pengembangan transformasi digital.

Salah satunya melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung untuk mempelajari sistem layanan publik terintegrasi Bandung Sadayana.

“Melalui kerja sama tersebut, kami berharap sistem layanan publik di Kotim dapat lebih terintegrasi, efektif, dan efisien. Selain meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, integrasi sistem juga dapat mendukung efisiensi anggaran,” pungkasnya.  (ktr-2/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#Kominfo Kotim #Kepala Dinas Kominfo Kotim #Cok Orda Putra Legawa #pelosok desa