SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong seluruh SPBU-SPBU agar memprioritaskan penyaluran BBM subsidi bagi sektor pertanian.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin keberlangsungan aktivitas petani sekaligus menjaga produktivitas pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah.
Anggota DPRD Kotim, Akhyannoor mengatakan, pelayanan khusus bagi petani, termasuk memperbolehkan pembelian BBM subsidi menggunakan jeriken, merupakan kebijakan yang tepat karena menyesuaikan kondisi di lapangan.
Baca Juga: DPRD Kalteng Tinjau BPBD Kotim, Kesiapsiagaan Hadapi El Nino dan Karhutla Diperkuat
Menurutnya, membawa traktor maupun alat dan mesin pertanian ke SPBU hanya untuk mengisi bahan bakar bukanlah solusi yang efektif. Selain menyulitkan petani, hal itu juga berpotensi merusak jalan.
"Pembelian menggunakan jeriken ini penting karena kalau harus membawa alat pertanian ke SPBU tentu cukup sulit dan berpotensi merusak jalan," ujarnya.
Akhyannoor menjelaskan, petani maupun kelompok tani yang ingin memperoleh BBM subsidi cukup menunjukkan status kepesertaan dalam program X-Star sebagai dasar verifikasi penerima yang berhak. Dengan mekanisme tersebut, penyaluran subsidi tetap dapat diawasi agar tepat sasaran tanpa menghambat kebutuhan petani.
Baca Juga: Hujan Diprediksi Turun di Kotim, Bisakah Redam Ancaman Karhutla?
Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung perekonomian daerah sehingga kebutuhan bahan bakar untuk operasional alat pertanian harus menjadi prioritas pelayanan.
DPRD Kotim berharap pola pelayanan serupa dapat diterapkan di seluruh kecamatan agar petani tidak bergantung pada satu titik penyaluran BBM subsidi. Selain itu, petani yang belum masuk dalam program X-Star didorong segera didaftarkan sehingga seluruh petani yang memenuhi syarat dapat memperoleh akses BBM subsidi secara merata.
"Mudah-mudahan petani yang belum tercakup dalam program X-Star bisa segera didaftarkan sehingga mereka juga dapat memperoleh haknya sebagai petani penerima BBM subsidi," pungkasnya. (ang/fm)
Editor : Farid Mahliyannor