Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Selisih Jam Saja, Dua Kebakaran Lahan Terjadi di Kecamatan Baamang

Usay Nor Rahmad • Selasa, 16 Juni 2026 | 11:35 WIB
Kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Baamang, Senin malam (15/6/2026). (BPBD Kotim/Radar Sampit) 
Kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Baamang, Senin malam (15/6/2026). (BPBD Kotim/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menunjukkan tanda-tandanya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam waktu kurang dari dua jam, dua kebakaran lahan terjadi di wilayah Kecamatan Baamang pada Senin (15/6/2026).

Kebakaran pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Jalan Ir Soekarno atau Lingkar Utara Sampit. Asap tebal yang muncul dari lahan di tepi jalan sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas.

Menerima laporan tersebut, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim langsung bergerak menuju lokasi menggunakan unit MTPK 13.

Saat tiba di lokasi, petugas mendapati api telah membakar lahan kering dengan luas sekitar 10 x 10 meter. Kondisi cuaca panas dan vegetasi yang mulai mengering membuat petugas bergerak cepat agar api tidak menjalar ke area yang lebih luas.

“Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas,” ujar Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Kotim Hery Wahyudi, Selasa (16/6).

Upaya pemadaman berlangsung relatif singkat. Dalam waktu sekitar enam menit, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipastikan padam.

Namun, belum lama setelah petugas meninggalkan lokasi pertama, laporan kebakaran kembali diterima sekitar pukul 18.20 WIB. Kali ini, titik api muncul di kawasan Jalan Padat Karya, Kelurahan Baamang Tengah.

Tim kembali dikerahkan ke lokasi. Sayangnya, proses penanganan tidak semudah kebakaran sebelumnya. Akses menuju titik api sangat terbatas sehingga kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau lokasi.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan kebakaran berada di area yang hanya dapat diakses melalui jalan sempit. Petugas sempat mencari jalur alternatif, namun kondisi medan menyulitkan proses pemadaman.

“Lokasi kebakaran kedua berada di area yang jalannya kecil sehingga unit tidak dapat masuk mendekati titik api,” jelas Hery.

Dalam penanganan kebakaran kedua, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim turut berada di lokasi untuk membantu pemantauan kondisi lapangan.

Munculnya dua kebakaran lahan dalam waktu berdekatan menjadi sinyal meningkatnya risiko karhutla di Kotim. Apalagi, cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat kondisi lahan semakin kering dan mudah terbakar.

Disdamkarmat mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Hery mengungkapkan, dugaan sementara kebakaran di Lingkar Utara mengarah pada unsur kesengajaan. Meski demikian, penyebab pasti masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kalau masyarakat melihat asap atau titik api, segera laporkan agar bisa cepat ditangani sebelum meluas,” tegasnya.

Sejumlah wilayah di Kotim diketahui mulai mengalami peningkatan suhu udara dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap karhutla perlu ditingkatkan sejak dini, terutama di kawasan lahan kosong dan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau mulai berlangsung. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#baamang #sampit #kotim #kebakaran lahan