SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Masa libur sekolah, sering dimanfaatkan warga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk berekreasi ke sejumlah objek wisata. Kebiasaan itu diharapkan juga bisa menggerakkan perekonomian daerah, melalui perputaran uang dari wisatawan.
Menangkap peluang itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim mengajak masyarakat memanfaatkan destinasi wisata lokal yang dinilai memiliki daya tarik beragam, tanpa harus mengleuarkan biaya besar untuk bepergian ke luar daerah.
Dikatakan Kepala Disbudpar Kotim Ramadansyah, potensi wisata yang dimiliki Kotim cukup lengkap. Mulai dari wisata pantai, sungai, alam, budaya hingga wisata edukasi yang cocok dikunjungi selama libur sekolah.
Menurutnya, tren kunjungan wisata lokal juga terus menunjukkan perkembangan, terutama di kawasan pesisir Kecamatan Teluk Sampit yang menjadi salah satu tujuan favorit.
“Libur sekolah ini menjadi kesempatan untuk lebih mengenal destinasi wisata di daerah sendiri. Banyak pilihan tempat wisata yang bisa dikunjungi bersama keluarga tanpa harus bepergian jauh,” imbuhnya.
Baca Juga: Objek Wisata Jorong Rayo di Sukamara Siap Dikembangkan
Salah satu kawasan yang terus menarik minat wisatawan adalah Pantai Ujung Pandaran. Selain dikenal sebagai ikon wisata pantai Kotim, kawasan tersebut kini didukung berbagai fasilitas penunjang yang semakin berkembang.
Di kawasan itu, wisatawan dapat mengunjungi sejumlah destinasi seperti Pantai Tebing Kalap, Pantai Kobes, hingga Pantai Jodoh. Berbagai wahana rekreasi juga mulai tersdia, termasuk permainan air yang menambah pilihan aktivitas bagi pengunjung.
Tak hanya wisata pantai, Kotim juga memiliki potensi wisata sungai yang menjadi ciri khas daerah. Susur Sungai Mentaya kawasan sungai dari Kotabesi hingga Pulau Hanibung, menawarkan pengalaman berbeda karena wisatawan dapat menimati keindahan alam sekaligus mengamati satwa liar di habitat aslinya.
Ramadansyah menjelaskan, kawasan tersebut menjadi salah satu kekuatan wisata Kotim yang tidak banyak di imiliki daerah lain. Jika beruntung, pengunjung dapat melihat bekantan, lutung merah, hingga burung enggang yang masih dapat dijumpai di sepanjang tepian sungai.
Selain rekreasi, wisata edukasi juga dinilai relevan bagi anak-anak selama masa liburan. Sejumlah lokasi seperti Museum Kayu Sampit, Bundaran Belanga, Islamic Center, Kebun Raya Sampit, hingga desa wisata.
Ramadansyah mengungkapkan, salah satu yang mulai diperkenalkan adalah Desa Wisata Lampuyang di Kecamatan Teluk Sampit. Destinasi tersebut menawarkan pengalaman mengenal kehidupan masyarakat pedesaan , aktivitas pertanian, serta budaya lokal yangmasih terjaga.
“Wisata edukasi penting untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak. Mereka bisa belajar tentang lingkungan , pertanian, dan kehidupan masyarakat desa yang mungkin jarang mereka temui sehari-hari,” pungkasnya. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama