Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dharmasanti Nyepi 2026 Jadi Momentum Perkuat Persatuan Generasi Muda di Kotim

M. Akbar • Senin, 15 Juni 2026 | 15:00 WIB
Perayaan Dharmasanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026 Masehi yang digelar di Balai Basarah Penyang Hatampung Sampit, Senin (15/6).  (Warga/Radar Sampit)
Perayaan Dharmasanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026 Masehi yang digelar di Balai Basarah Penyang Hatampung Sampit, Senin (15/6). (Warga/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam perayaan Dharmasanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026 Masehi yang melibatkan pelajar, mahasiswa, serta umat Hindu dan Hindu Kaharingan di Balai Basarah Penyang Hatampung Sampit, Senin (15/6).

Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Wim RK Benung, yang mewakili Bupati Kotim, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa masa depan daerah berada di tangan anak-anak muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian, toleransi, dan tanggung jawab terhadap kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Menurut Wim, nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Raya Nyepi, seperti introspeksi diri, pengendalian diri, serta menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan, sangat relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya persatuan dan kerukunan masyarakat.

“Kerukunan yang selama ini terjaga harus terus dirawat bersama karena pembangunan yang berhasil hanya dapat terwujud apabila masyarakat hidup dalam suasana damai dan harmonis,” katanya.

Wim juga mengingatkan bahwa keberagaman yang dimiliki masyarakat Kotim harus menjadi modal sosial untuk membangun daerah, bukan menjadi sumber perpecahan.

“Perbedaan bukan alasan untuk terpisah, tetapi menjadi kekuatan untuk berjalan bersama membangun daerah,” tegasnya.

Pemerintah daerah, lanjut Wim, mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang bertujuan mempererat persatuan dan kerukunan masyarakat, sepanjang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Dharmasanti Nyepi 2026, Made Ardika, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat rasa persaudaraan di kalangan pelajar, mahasiswa, serta umat Hindu di Kabupaten Kotim.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan persatuan dan rasa persaudaraan antarumat Hindu khususnya, serta umat beragama pada umumnya di kalangan pelajar, mahasiswa, dan umat Hindu di Kabupaten Kotim, di tengah berbagai perbedaan untuk mewujudkan perdamaian di Bumi Habaring Hurung,” ujarnya.

Made menjelaskan, Dharmasanti merupakan implementasi nilai-nilai Tri Hita Karana yang mengajarkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin terus menanamkan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial kepada generasi muda Hindu agar tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” tandasnya. (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#Dharmasanti Nyepi #sampit #kotim #kalteng