SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kehadiran maskapai Super Air Jet di Bandara Haji Asan Sampit tidak hanya diharapkan menambah pilihan transportasi udara bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tetapi juga menarik penumpang dari kabupaten tetangga, khususnya Seruyan dan Katingan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim, Raihansyah, memastikan penerbangan perdana Super Air Jet tetap sesuai jadwal, yakni pada 12 Juni 2026.
Pemerintah daerah pun telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung kelancaran operasional maskapai tersebut.
“Insyaallah tetap sesuai jadwal. Pada 12 Juni nanti akan dilaksanakan pendaratan perdana Super Air Jet di Bandara Haji Asan Sampit,” katanya, Kamis (11/6).
Menurut Raihansyah, Dishub bersama pihak bandara saat ini tengah memastikan seluruh aspek pendukung penerbangan berjalan optimal, mulai dari kesiapan drainase bandara hingga koordinasi dengan pihak ground handling.
“Kami sedang menyiapkan saluran air agar lebih lancar sehingga faktor cuaca tidak menjadi kendala. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan ground handling untuk memastikan kesiapan personel dan pelayanan di lapangan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pada momentum penerbangan perdana tersebut pihaknya berencana mengundang Bupati Seruyan dan Bupati Katingan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama antarwilayah dalam meningkatkan jumlah pengguna jasa penerbangan melalui Bandara Haji Asan Sampit.
Raihansyah menilai Seruyan dan Katingan memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan jumlah penumpang. Selama ini, masyarakat dari kedua daerah tersebut cukup banyak memanfaatkan Bandara Haji Asan Sampit sebagai akses transportasi udara.
“Kalau masyarakat Seruyan hampir pasti menggunakan Bandara Haji Asan Sampit. Begitu juga sebagian masyarakat Katingan, terutama yang berada di wilayah yang berbatasan dan memiliki aktivitas di Kotim,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu kendala yang selama ini dihadapi adalah terbatasnya pilihan dan kepastian jadwal penerbangan. Akibatnya, sebagian masyarakat memilih menggunakan bandara lain di Palangka Raya maupun Pangkalan Bun.
Karena itu, kehadiran Super Air Jet diharapkan dapat memberikan alternatif penerbangan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali menggunakan Bandara Haji Asan Sampit.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, Raihansyah optimistis bertambahnya maskapai yang beroperasi akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata.
“Kami berharap kerja sama dengan Seruyan dan Katingan dapat memperkuat aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit sehingga berdampak positif terhadap perekonomian daerah,” tutupnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko