Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jangan Tergiur Harga Murah, Warga Kotim Diingatkan Waspadai Beras Palsu

Farid Mahliyannor • Rabu, 10 Juni 2026 | 20:21 WIB
Warga korban penipuan di Gang Gudang Kuning, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang,  memperlihatkan pasir yang dikemas karung beras dan dijual dengan harga murah, , Senin (8/6/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Warga korban penipuan di Gang Gudang Kuning, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang,  memperlihatkan pasir yang dikemas karung beras dan dijual dengan harga murah, , Senin (8/6/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran beras murah yang dijual keliling dari rumah ke rumah, menyusul maraknya kasus dugaan penipuan beras palsu di wilayah Kota Sampit.

Masyarakat diimbau untuk membeli beras tidak tergiur harga murah, kata Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim, Muslih di Sampit, Selasa.

"Lebih baik datang ke toko-toko resmi yang memang menjual berasnya, dilihat barangnya, harganya, baru dibeli," ucapnya.

Baca Juga: Kaji Ulang Belanja Pegawai, Kotim Siap Ikuti Kebijakan Pemerintah

Hal ini ia sampaikan guna menyikapi maraknya kasus dugaan beras palsu yang sebelumnya dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan di Kota Sampit, seperti Jalan Kenan Sandan, Jalan Haji Imran hingga Gang Gudang Kuning. Modus yang digunakan pelaku diduga dengan memperlihatkan sampel beras berkualitas baik kepada calon pembeli, sebelum akhirnya menyerahkan karung berbeda yang ternyata berisi pasir dengan hanya sedikit beras di bagian atas untuk mengelabui pembeli.

Menurut Muslih, pola penjualan seperti itu saat ini mulai marak dan harus menjadi perhatian masyarakat. Ia meminta warga lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi, terutama terhadap pedagang yang menawarkan harga jauh lebih murah dibanding harga pasaran.

"Saat ini mungkin lebih marak menawarkan beras-beras murah, datang ke rumah tapi kemudian nanti yang dikirim bukan beras yang ditawarkan. Jadi kami dari dinas dan pemerintah daerah mengimbau kepada masyarakat hati-hati dalam bertransaksi," ujarnya.

Baca Juga: Kotim Siap Sambut Terbang Perdana Super Air Jet, Akses Udara Kian Terbuka

Ia menambahkan, DKUKMPP Kotim akan berupaya menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penipuan tersebut. Pihaknya juga akan mencari informasi lebih detail terkait lokasi kejadian maupun identitas pelaku dengan menemui para korban secara langsung.

Apabila keberadaan maupun identitas pelaku sudah diketahui, maka pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk proses penanganan lebih lanjut. Dugaan sementara, pelaku yang beraksi di beberapa lokasi tersebut merupakan orang yang sama karena memiliki ciri-ciri yang serupa.

"Untuk tindak lanjut dari dinas, nanti kami minta informasi tempatnya dan kami akan coba bertemu dengan korban. Kemudian ini akan kita coba tindak lanjut. Kalau memang ada pedagang khusus dan orang yang dikenal di mana lokasinya, akan segera kita proses," ujarnya.

Baca Juga: SPMB 2026 Diminta Transparan, Legislator Kotim Soroti Aspek Keadilan

Muslih juga berharap masyarakat yang menjadi korban segera membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian agar proses penindakan dapat dilakukan lebih cepat. Di mana laporan dari korban sangat diperlukan untuk mempermudah proses penyelidikan dan mencegah kasus serupa kembali terjadi.

"Kalau ini bisa segera dilaporkan, supaya proses penindakannya akan lebih cepat, karena berdasarkan ciri-ciri pelaku yang disampaikan para korban ini kan hampir sama, sehingga diduga pelakunya sama," tandasnya.

Kasus beras palsu ini telah menelan beberapa korban, dengan kerugian ratusan ribu rupiah per korban. Kasus ini mencuat usai seorang pedagang nasi kuning di Gang Gudang Kuning, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, menjadi korban penipuan pada Minggu (7/6/2026). Korban bernama Jamilah mengaku tertarik membeli beras murah yang ditawarkan seorang pria tidak dikenal menggunakan sepeda motor Beat berwarna biru.

Baca Juga: Kesetaraan Gender di Kotim Makin Baik, Peran Perempuan Kian Meningkat

"Saya dengar sebelumnya juga ada yang tertipu seperti ini. Beli beras 10 kilogram, ternyata bawahnya pasir," ujar Jamilah.

Saat itu, pelaku datang menawarkan beras jawa dengan harga Rp14 ribu per kilogram sambil membawa contoh beras di dalam kantong plastik. Jamilah bersama tetangganya, Jumah, kemudian menawar harga hingga disepakati Rp13 ribu per kilogram untuk sekitar 30 kilogram beras.

Pelaku lalu meminta karung dengan alasan mengambil beras dan sempat meminjam uang Rp10 ribu kepada korban untuk membeli bensin. Tidak lama berselang, pria tersebut kembali membawa satu karung yang diklaim berisi 31 kilogram beras, dan meminta pembayaran sebesar Rp400 ribu.

Baca Juga: Antisipasi Konflik Sosial melalui FKDM

Korban baru menyadari telah tertipu setelah pelaku pergi meninggalkan lokasi. Ketika karung dibuka, isi sebenarnya hanya sekitar satu kilogram beras di bagian atas, sedangkan bagian bawah dipenuhi pasir.

Peristiwa serupa rupanya tidak hanya dialami Jamilah. Warga Jalan Kenan Sandan, Kecamatan Baamang, bernama Ningsih mengungkapkan ibunya juga menjadi korban dengan modus yang hampir identik beberapa hari sebelumnya, tepatnya Selasa (2/6/2026).

"Ibu saya juga kena tipu. Beli beras 31 kilogram harga Rp10 ribu per kilo. Pelakunya laki-laki naik motor matic. Dia datang menawarkan beras, meminta karung, lalu pergi mengambil beras dan kembali mengantarkannya. Setelah dibuka ternyata beras hanya di bagian atas saja yang isinya beras," ungkap Ningsih.

Baca Juga: Bawaslu Libatkan Pelajar dan Mahasiswa dalam Pengawasan Pemilu

Ia mengaku sangat kecewa karena pelaku tetap tega menjalankan aksinya meski mengetahui kondisi keluarganya.

"Saat kejadian ayah saya sedang sakit dan menggunakan kaki palsu sehingga sulit untuk bekerja, sementara ibu sehari-hari berjualan kecil-kecilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Makanya, kami sangat sedih dan kecewa dengan kejadian ini," demikian Ningsih. (ant)

Editor : Farid Mahliyannor
#waspada #penipuan #Marak #beras palsu