SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menggenjot pengembangan perkebunan Kelapa Dalam sebagai upaya diversifikasi sektor perkebunan agar daerah tidak hanya bergantung pada komoditas kelapa sawit.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Yephi Hartady Periyanto, mengatakan kelapa dalam memiliki potensi besar untuk kembali menjadi komoditas unggulan, khususnya di wilayah selatan Kotim yang sejak lama dikenal sebagai sentra produksi kelapa.
“Harapannya ke depan Kotim tidak hanya berkutat pada perkebunan kelapa sawit. Perkebunan kelapa dalam yang sejak dulu menjadi identitas dan komoditas asli wilayah selatan Kotim bisa kembali ke masa kejayaannya,” katanya, Rabu (3/6).
Sebagai langkah awal, DPKP Kotim telah menggelar diskusi penjajakan restorasi dan pengembangan kelapa dalam berkelanjutan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, petani, hingga sektor swasta.
Dari hasil diskusi tersebut, seluruh pihak menyepakati pentingnya penataan dan pengembangan kembali perkebunan kelapa dalam sebagai salah satu sektor yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dalam forum tersebut, pemerintah daerah juga menghadirkan perusahaan pengolahan kelapa, PT Samuda Coco, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri hilir berbasis kelapa. Kehadiran investor dinilai mampu membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil produksi petani.
“Diskusi kemarin menghadirkan banyak harapan baru bagi masyarakat. Namun, kami juga menerima berbagai masukan dan keluhan dari petani yang menunjukkan bahwa perhatian terhadap perkebunan kelapa dalam selama ini masih perlu ditingkatkan,” ucap Yephi.
Ia mengakui para pekebun kelapa dalam selama bertahun-tahun merasa komoditas tersebut belum mendapatkan perhatian yang seimbang dibandingkan sektor perkebunan lainnya, terutama kelapa sawit.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjadikan pengembangan kelapa dalam sebagai salah satu fokus pembangunan pertanian di masa mendatang.
Menurut Yephi, kebangkitan sektor kelapa dalam tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada komoditas tersebut.
Selain itu, Pemkab Kotim juga berupaya menyinergikan berbagai program dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mendukung pengelolaan serta pengembangan kelapa dalam secara berkelanjutan.
Salah satu peluang yang tengah dibidik adalah dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) guna mempercepat pengembangan perkebunan kelapa dalam di daerah.
“Ke depan kami berharap banyak program yang dapat disinergikan dengan dukungan dana dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, maupun BPDP. Ini menjadi salah satu target yang ingin diraih Kotim untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan kelapa dalam,” pungkasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Kotim berharap kelapa dalam dapat kembali menjadi komoditas unggulan sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah yang lebih beragam dan tidak bergantung pada satu sektor perkebunan saja. (ktr-2/sla)
Editor : Slamet Harmoko