Turun Gunung Demi Literasi, Siswa SDN 1 Kalang Datangi Kantor Radar Sampit

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 13:07 WIB
SEMANGAT LITERASI: Murid SDN 1 Kalang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah saat mengunjungi Radar Sampit, Kamis (28/5/2026) (Dany/Radar Sampit)
SEMANGAT LITERASI: Murid SDN 1 Kalang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah saat mengunjungi Radar Sampit, Kamis (28/5/2026) (Dany/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Semangat belajar murid SDN 1 Kalang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah patut diacungi jempol. 

Meski berasal dari wilayah yang jauh dari perkotaan, para siswa tetap antusias meningkatkan kemampuan literasi dengan melakukan kunjungan edukasi ke Kantor Radar Sampit, Kamis pagi (28/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembelajaran luar kelas yang dirancang sekolah untuk memperluas wawasan murid melalui pengalaman langsung di lapangan. Para siswa diajak melihat proses kerja media, mulai dari ruang redaksi hingga proses percetakan koran.

Kepala SDN 1 Kalang, Ramba Priadinata, mengatakan kunjungan itu bertujuan memberikan pemahaman nyata kepada siswa tentang proses produksi media cetak sekaligus meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar.

Kepala SDN 1 Kalang, Ramba Priadinata saat mendampingi anak didikan berkunjung ke Radar Sampit, Kamis (28/5/2026)
Kepala SDN 1 Kalang, Ramba Priadinata saat mendampingi anak didikan berkunjung ke Radar Sampit, Kamis (28/5/2026)

 “Selama ini mereka hanya belajar teori di sekolah. Hari ini mereka bisa melihat langsung bagaimana proses pembuatan koran dari awal sampai dicetak. Ini pengalaman baru bagi anak-anak,” ujar Ramba.

Menurutnya, pembelajaran di luar kelas penting untuk mengasah keterampilan sosial, membangun kemandirian, serta memotivasi siswa agar lebih semangat belajar meski berada di daerah terpencil.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi di tengah derasnya arus informasi digital yang berkembang saat ini. Karena itu, siswa perlu dibekali kemampuan memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks.

“Yang paling penting, anak-anak bisa menjadi penyampai pesan kepada teman-temannya tentang pentingnya budaya literasi dan kampanye antihoaks,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Dewan Redaksi Radar Sampit, Tono Triyanto, bertindak sebagai pemandu. Para siswa diajak melihat langsung aktivitas di ruang redaksi hingga proses pencetakan koran di gedung percetakan.

Tono mengapresiasi langkah sekolah yang aktif mengajak siswa mengenal dunia media sejak dini. Menurutnya, pendidikan literasi sangat penting agar anak-anak mampu memahami dan menyaring informasi secara benar.

“Di tengah derasnya informasi saat ini, anak-anak perlu dibekali pemahaman bagaimana membedakan berita benar dan hoaks. Ini bukan hanya tugas media, tapi juga guru dan orang tua,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan seperti itu terus dilakukan untuk membangun generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi. (ton/soc)

Editor : Slamet Harmoko
SDN 1 Kalang Seruyan Tengah batu ampar kalteng