SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta para kader posyandu aktif mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya drainase dan saluran air, guna mencegah banjir yang belakangan kerap terjadi di Kota Sampit.
Ketua TP Posyandu Kotim, Khairiah Halikinnor, mengatakan kader posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pembangunan di tingkat desa dan kelurahan, termasuk dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
“Kader diharapkan bisa ikut mengedukasi masyarakat di wilayah masing-masing. Karena tolok ukur di kelurahan maupun desa itu sering kali dilihat dari kadernya,” ujarnya, Jumat (22/5).
Menurut Khairiah, peran kader posyandu kini semakin luas sejak diterapkannya enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk menyentuh persoalan lingkungan seperti drainase dan sanitasi.
Ia menjelaskan, banjir yang terjadi di Sampit tidak hanya dipengaruhi curah hujan tinggi, tetapi juga akibat drainase yang tersumbat sampah sehingga aliran air tidak berjalan lancar.
“Dalam enam bidang SPM terdapat sektor pekerjaan umum yang berkaitan langsung dengan drainase dan sanitasi lingkungan, sehingga kader posyandu diharapkan membantu pemerintah menyampaikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Khairiah menilai kesadaran masyarakat terkait kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan, terutama kebiasaan membuang sampah rumah tangga maupun daun kering ke selokan dan parit.
“Kalau membuang sampah rumah tangga maupun daun-daun kering hasil menyapu halaman, tolong jangan dibuang ke selokan karena itu bisa membuat drainase tersumbat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah ketika banjir terjadi karena penanganan banjir membutuhkan tanggung jawab bersama.
“Nanti ketika banjir menyalahkan pemerintah, padahal drainase kita sendiri penuh sampah. Untuk mengatasi banjir perlu tanggung jawab bersama,” ucapnya.
Khairiah secara khusus mengimbau para ibu rumah tangga agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak membuangnya ke saluran air.
Selain itu, sampah organik seperti daun kering dianjurkan dikubur agar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk alami sekaligus mengurangi polusi akibat pembakaran sampah.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kebersihan lingkungan dan drainase merupakan langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko banjir di Sampit dan sekitarnya,” tutupnya. (ktr-2/sla)
Editor : Slamet Harmoko