Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BPS Kotim Siapkan 352 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

M. Akbar • Jumat, 22 Mei 2026 | 10:40 WIB
Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, menyebutkan, Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang lebih luas dibanding sensus sebelumnya.  (Istimewa/Radar Sampit)
Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, menyebutkan, Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang lebih luas dibanding sensus sebelumnya. (Istimewa/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan sebanyak 352 petugas untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung mulai Juni hingga Agustus mendatang. Ratusan petugas tersebut akan diterjunkan untuk mendata aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Kotim.

Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, mengatakan saat ini proses rekrutmen petugas masih memasuki tahap seleksi. Tercatat hampir 500 orang mendaftar untuk menjadi petugas sensus.

“Rekrutmen petugas ini sedang tahap seleksi. Awalnya ada sekitar 500 orang yang mendaftar, kemudian kita jaring sebanyak 352 petugas untuk meng-cover seluruh wilayah Kotim,” ucapnya, Jumat (22/5).

Ia menjelaskan, hasil seleksi akan diumumkan pada 30 Mei 2026. Setelah itu, para petugas akan mengikuti pelatihan teknis sebelum diterjunkan ke lapangan selama sekitar 2,5 bulan, mulai 15 Juni hingga 30 Agustus 2026.

Eddy menyebutkan, Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang lebih luas dibanding sensus sebelumnya. Seluruh rumah tangga akan didata, tidak hanya rumah tangga yang memiliki usaha.

“Kalau sekarang semuanya didata, karena kita melakukan sensus secara lengkap. Jadi seluruh rumah tangga akan dicatat,” jelasnya.

Menurutnya, apabila ditemukan aktivitas usaha dalam rumah tangga tersebut, maka pendataan akan dilanjutkan lebih rinci dalam sensus ekonomi.

Selain itu, sensus kali ini juga untuk pertama kalinya memasukkan sektor pertanian ke dalam cakupan pendataan. Sebelumnya sektor tersebut hanya tercatat dalam Sensus Pertanian.

Tak hanya usaha kecil dan menengah, perusahaan besar seperti perkebunan kelapa sawit dan pertambangan juga menjadi sasaran pendataan. Tahap awal pendataan perusahaan besar dan menengah telah dilakukan melalui sistem pengisian mandiri secara daring.

“Tahap awal sudah dilakukan dengan pengisian mandiri secara daring. Namun jika perusahaan tidak mengisi, maka petugas akan melakukan kunjungan langsung,” katanya.

Dalam sensus tersebut, petugas akan menghimpun berbagai indikator ekonomi, mulai dari pendapatan usaha, jumlah tenaga kerja, produksi, penggunaan modal hingga kendala yang dihadapi pelaku usaha.

Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah.

“Apalagi hampir 98 persen ekonomi Kotim ditopang sektor UMKM. Jadi data ini bisa menjadi input besar untuk pemerintah dalam menentukan kebijakan,” ungkap Eddy.

Untuk mendukung kelancaran pendataan, petugas akan menggunakan sistem digital berbasis aplikasi Flexible Authentically Survey in Harmony (FASIH) melalui telepon genggam masing-masing. Aplikasi tersebut dapat digunakan secara offline untuk menjangkau wilayah yang memiliki keterbatasan jaringan internet.

“Hasil pendataan langsung masuk ke pusat, sehingga prosesnya lebih cepat dan efisien,” tuturnya.

BPS Kotim berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan usaha di Kabupaten Kotim.  (ktr-2/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#BPS Kotim #Eddy Surahman #Sensus Ekonomi 2026