Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Viral! Sopir Ambulans Keluhkan Sulitnya Isi BBM di SPBU Samuda

Rado. • Minggu, 17 Mei 2026 | 20:05 WIB
Ilustrasi (AI)
Ilustrasi (AI)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Seorang sopir ambulans di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Ruspandi mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) saat menjalankan tugas menjemput pasien.

Keluhan tersebut viral di media sosial setelah ia mengaku tidak mendapat prioritas pengisian BBM di SPBU Samuda, Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Dalam video pengaduannya, Ruspandi menceritakan dirinya sudah tiba di SPBU sebelum pukul 06.00 WIB dengan kondisi mendesak karena harus segera menjemput pasien menuju Sampit.

Namun saat tiba di lokasi, antrean kendaraan sudah memadati area SPBU. Ia menduga sebagian antrean didominasi kendaraan pelangsir biosolar subsidi.

“Saya datang untuk ambulans, mau jemput orang sakit. Tapi antreannya sudah penuh,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, sejumlah kendaraan yang mengantre diduga merupakan kendaraan yang biasa digunakan untuk aktivitas pelangsiran BBM subsidi. Bahkan, ia menilai ada oknum yang seolah mengatur antrean di lokasi.

Ruspandi mengaku kecewa lantaran ambulans yang dikemudikannya tidak diberi kesempatan mengisi BBM lebih dahulu meski tengah bertugas dalam kondisi darurat.

“Ambulans ini untuk menjemput orang sakit, bukan untuk melangsir. Saya yang sakit, sakit hati, enggak terima,” katanya.

Ia juga menyoroti dugaan adanya kendaraan yang digunakan secara bergantian untuk memperoleh biosolar subsidi dalam jumlah besar.

“Bisa delapan, sepuluh sampai tiga belas mobil sekaligus,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan masyarakat umum, tetapi juga berpotensi menghambat pelayanan kesehatan yang membutuhkan respons cepat.

“Ini sebenarnya pembiaran. Biarlah orang itu melangsir, enggak apa-apa bagi saya. Cuma tolong jangan dilarang ambulans untuk mengisi antrean pertama,” tambahnya.

Karena tidak memperoleh akses pengisian BBM, Ruspandi mengaku tetap melanjutkan perjalanan menuju Sampit dengan kondisi bahan bakar menipis demi menjalankan tugas menjemput pasien. Ia berharap dapat menemukan BBM eceran selama perjalanan.

Keluhan tersebut menjadi sorotan terkait pelayanan prioritas bagi kendaraan darurat serta dugaan praktik pelangsiran BBM subsidi yang disebut masih terjadi di lapangan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Samuda maupun instansi terkait mengenai pengaduan tersebut. (ang)

Editor : Slamet Harmoko
#SPBU Samuda #ambulans #bbm #sopir ambulans #kotim