SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, menilai pemerataan tenaga pendidik dan pembangunan infrastruktur sekolah masih menjadi pekerjaan rumah utama dunia pendidikan di Kabupaten Kotim.
Menurutnya, persoalan sarana dan prasarana pendidikan hingga kini masih menjadi masalah klasik yang belum sepenuhnya terselesaikan, terutama di wilayah desa dan pelosok.
“Persoalan utama dunia pendidikan di Kotim saat ini masih berkaitan dengan sarana dan prasarana sekolah,” kata Riskon, Jumat (15/5).
Ia mengatakan, pemerintah daerah masih membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan dan revitalisasi sekolah di Kotim.
Namun, pada tahun ini alokasi dana revitalisasi dinilai masih minim sehingga belum mampu menjangkau seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan.
“Masih ada sekolah di wilayah desa dan kelurahan yang sejak Indonesia merdeka belum pernah tersentuh anggaran pembangunan. Ini menjadi pekerjaan rumah utama,” ungkapnya.
Selain infrastruktur, Riskon juga menyoroti belum meratanya tenaga pendidik di sejumlah satuan pendidikan di Kotim.
Menurutnya, pemerintah daerah hingga kini masih menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan dan pemerataan guru, khususnya di daerah pelosok.
“Kami masih belum bisa memenuhi pemerataan tenaga pendidik di seluruh satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Kotim,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dapat terus memperkuat perhatian terhadap sektor pendidikan agar kualitas layanan pendidikan di Kotim semakin merata dan meningkat, baik dari sisi fasilitas maupun tenaga pengajar. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko