Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pemilik Taksi Mendawai Bantah Tuduhan Menimbun BBM oleh Ditpolairud Polda Kalteng

Fahry Ilhami Samosir • Selasa, 12 Mei 2026 | 20:29 WIB
KLARIFIKASI : P (kaos cokelat) saat berkumpul bersama keluarganya di Sampit, Selasa (12/5/2026). FAHRY/RADAR SAMPIT
KLARIFIKASI : P (kaos cokelat) saat berkumpul bersama keluarganya di Sampit, Selasa (12/5/2026). FAHRY/RADAR SAMPIT

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) yang menyeret seorang pemilik taksi angkutan perairan di Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, akhirnya mendapat klarifikasi.

Pria berinisial P membantah keras tudingan penyalahgunaan distribusi BBM setelah aparat Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menemukan puluhan jerigen berisi Pertamax dan Dexlite di atas long boat miliknya beberapa waktu lalu.

P membantah tudingan bahwa dirinya melakukan praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM.

Ia menegaskan, bahwa puluhan jerigen BBM yang sebelumnya berada di atas perahu motor atau long boat digunakan untuk kebutuhan operasional jasa angkutan sungai atau taksi kapal yang dikelolanya bersama keluarga.

Baca Juga: Kotim Garap 1.067 Hektare Lahan Baru. Program Cetak Sawah Rakyat 2026

"Saat kejadian saya sedang berada di rumah, sedangkan perahu motor saya sedang tambat. Tiba-tiba saya dipanggil oleh beberapa orang yang merupakan petugas Kepolisian untuk menanyakan jerigen BBM yang ada di atas perahu tersebut," kata P saat dikonfirmasi di Sampit, Selasa (12/5/2026).

Menurut P, dirinya merupakan salah satu pemilik taxi air di Desa Mendawai, yang setiap hari melayani masyarakat dengan rute Mendawai menuju Kereng Pangkahi hingga ke Sampit.

Ia menyebutkan, pihak keluarganya memiliki sedikitnya lima unit long boat yang rutin beroperasi untuk mengangkut penumpang maupun kebutuhan masyarakat melalui jalur sungai.

Baca Juga: Pelajar SMAN 2 Sampit Antusias Menulis Surat untuk Bupati, Sumbang Pemikiran untuk Kemajuan Daerah

"Kebetulan kami punya lima long boat untuk melayani masyarakat Mendawai. Jadi setiap hari kami memang membutuhkan banyak BBM untuk operasional," ujarnya.

P juga menjelaskan bahwa kondisi di wilayah Mendawai cukup sulit mendapatkan BBM.

Karena itu, dirinya membeli BBM secara bertahap dari sejumlah penjual untuk memastikan operasional transportasi sungai tetap berjalan.

"Di wilayah tempat tinggal kami sangat sulit mendapatkan BBM. Maka dari itu saya membeli BBM ini dari orang-orang, kemudian disimpan di gudang untuk operasional kami melayani masyarakat, tapi bukan untuk dijual kembali dengan harga tinggi kemudian dapat keuntungan," tegasnya.

Baca Juga: Sistem Jemput Bola, Perekaman KTP-El di SMAN 2 Sampit 

Diberitakan sebelumnya, Ditpolairud Polda Kalteng mengamankan seorang pria berinisial P, di kawasan perairan Desa Mendawai pada Sabtu (9/5/2026) lalu.

Dari penindakan tersebut, petugas disebut menemukan puluhan jerigen berisi BBM jenis Pertamax dan Dexlite di atas perahu motor milik P.

Informasi yang beredar menyebutkan aparat mengamankan sekitar 17 jerigen berisi Pertamax dan 48 jerigen lainnya berisikan Dexlite.

Hingga kini, pihak Ditpolairud Polda Kalteng belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum maupun hasil pendalaman kasus tersebut.

Baca Juga: Polres Kotim Siagakan Layanan 110, Aduan Warga Dilayani 24 Jam

"Dengan adanya permasalahan ini, warga di sana akhirnya kesulitan bepergian, khususnya yang mengarah ke Tumbang Kereng Pangkahi. Sebab, sementara ini taxi kami tidak bisa beroperasi dahulu karena adanya permasalahan (disita)," ungkap pria asal Kecamatan Mendawai tersebut.

Terpisah, Jhonni Emanuel Johannis selaku Kuasa Hukum P mengapresiasi atas kinerja Ditpolairud Polda Kalteng yang menjalankan tugasnya secara profesional serta melakukan klarifikasi langsung terhadap kliennya terkait indikasi penyalahgunaan BBM.

 Ia menegaskan, bahwa permasalahan tersebut kini telah selesai.

"Masalah ini sudah selesai. Karena pada dasarnya klien kami setiap hari beroperasi mengangkut penumpang serta kebutuhan masyarakat melalui jalur sungai. Karena tingginya kebutuhan operasional, pihaknya harus menyediakan stok BBM dalam jumlah tertentu agar aktivitas transportasi tetap berjalan," imbuh Jhonni. (sir/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#katingan #bbm #klarifikasi #Mendawai #Taksi Air