SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, optimistis kehadiran penerbangan Super Air Jet di Bandara Haji Asan Sampit akan mendorong pertumbuhan investasi dan ekonomi daerah.
Maskapai tersebut sempat dijadwalkan melakukan pendaratan perdana pada 7 Mei 2026. Namun, jadwal tersebut harus diundur akibat sejumlah faktor, di antaranya kondisi cuaca di wilayah Kalimantan dan rotasi armada Lion Group, sehingga penerbangan perdana dijadwalkan ulang pada 12 Juni 2026 dan direncanakan melayani penerbangan setiap hari.
“Alhamdulillah, kini Sampit semakin mudah dijangkau dengan hadirnya penerbangan Super Air Jet yang menghubungkan Bandara H Asan Sampit dengan Jakarta serta terkoneksi ke Medan, Pekanbaru, Yogyakarta, Kuala Lumpur, Jeddah, dan lebih dari 15 kota lainnya,” ujar Irawati, Minggu (10/5).
Hadirnya akses penerbangan baru menjadi langkah penting dalam meningkatkan konektivitas daerah sekaligus memperkuat mobilitas masyarakat dan dunia usaha.
Ia menilai kemudahan akses transportasi udara akan berdampak positif terhadap sektor perdagangan, investasi, hingga pariwisata di Kotim.
“Kami dari pemerintah daerah menyambut baik hadirnya akses penerbangan ini sebagai langkah maju dalam mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, sektor perdagangan, investasi, hingga pariwisata di Kotim,” terangnya.
Selain itu, penerbangan harian dinilai akan memudahkan masyarakat yang bepergian untuk berbagai keperluan, seperti bisnis, pendidikan, urusan keluarga, maupun wisata.
Irawati juga menyebut kehadiran Super Air Jet menjadi peluang besar untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah kepada masyarakat luas dan calon investor.
Pemerintah Kabupaten Kotim berharap peningkatan konektivitas udara tersebut dapat menjadi salah satu pendorong percepatan pembangunan daerah di berbagai sektor.
“Mari bersama-sama kita sambut kemajuan ini dan manfaatkan akses transportasi yang semakin baik untuk mendorong Kabupaten Kotim semakin maju, sejahtera, dan dikenal luas,” tutup Irawati. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko