SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Penyaluran bantuan pangan (Banpang) Presiden RI di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam waktu dekat dipastikan kembali berjalan setelah sempat terhenti akibat kendala kemasan.
Perum Bulog Cabang Kotim menyebut hambatan tersebut terjadi karena kekurangan karung beras yang bahan bakunya bergantung pada impor.
Kepala Perum Bulog Cabang Kotim Muhammad Azwar Fuad menjelaskan bahwa distribusi Banpang sebelumnya sudah sempat disalurkan di Kecamatan Baamang. Namun, penyaluran terpaksa dihentikan sementara lantaran stok karung habis.
Baca Juga: Main HP Ilegal dan Narkoba, Petugas Lapas Siap Dicopot!
“Kalau yang akan jalan dalam waktu dekat ini justru bantuan pangan presiden. Kemarin sudah sempat kami salurkan di Baamang, tapi sempat terhenti karena kendala kemasan. Karung bantuan habis,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, Bulog pusat mengalami kesulitan dalam pengadaan karung karena bahan baku biji plastik masih bergantung pada impor dari Timur Tengah. Kondisi geopolitik di kawasan tersebut turut berdampak pada rantai pasok.
“Bahan baku karung itu impor, dan kemarin sempat terdampak situasi di Timur Tengah. Jadi pasokan karung ke kami ikut terganggu. Seharusnya lancar, tapi sampai sekarang masih terbatas,” jelasnya.
Baca Juga: Francesco Bagnaia, Marc Marquez dan Marco Bezzecchi Start di Baris Depan MotoGP Prancis 2026
Meski demikian, Azwar menyebut pihkanya telah menerima informasi terbaru bahwa pasokan karung diperkirakan tiba dalam waktu dekat. Dengan demikian, penyaluran bantuan pangan bisa kembali dilanjutkan pada pekan depan.
“Info terakhir, mudah-mudahan minggu ini sudah datang. Jadi minggu depan kami bisa lanjutkan penyaluran,” katanya.
Untuk program Banpang Presiden di Kotim, jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 37.754 kepala keluarga (KK). Setiap keluarga menerima alokasi bantuan berupa beras dan minyak goreng.
Baca Juga: Super Air Jet Perdana mulai Rute Jakarta–Sampit pada 12 Juni 2026. Pemesanan Tiket telah Dibuka
“Per bulan, setiap KPM mendapat 10 kilogram beras medium dan 2 liter Minyakita. Tapi yang akan disalurkan nanti itu dua bulan sekaligus, jadi totalnya 20 kilogram beras dan 4 liter minyak,” ungkap Azwar.
Ia memastikan, program tersebut merupakan penugasan langsung dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
“Insya Allah minggu depan Banpang sudah mulai disalurkan lagi. Ini program nasional dan menjadi prioritas kami,” tegasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor