Radar Utama Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno Kalteng

Para Buruh Diminta Turut Menjaga Kondusivitas Daerah

Yuni Pratiwi Iskandar • Minggu, 3 Mei 2026 | 22:13 WIB
Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan pada peringatan May Day di Sampit, Jumat (1/5). (yuni/radarsampit)
Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan pada peringatan May Day di Sampit, Jumat (1/5). (yuni/radarsampit)

SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berlangsung tanpa aksi unjuk rasa, Jumat (1/5). Momentum ini justru diisi dengan kegiatan bakti kesehatan dan bakti sosial yang melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian, TNI, instansi vertikal, pemerintah daerah dan pekerja pelabuhan, Jumat (1/5).

Kapolres Kotim Resky Maulana Zulkarnain menyampaikan apresiasi kepada para pekerja, khususnya tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang tergabung dalam koperasi, atas kontribusinya dalam menjaga stabilitas aktivitas ekonomi daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pekerja, khususnya TKBM. Selama ini jika ada isu-isu di lapangan, dapat kita pecahkan bersama dengan solusi yang baik. Harapanya keamanan dan ketertiban di wilayah Kotim tetap terjaga,” ujar Resky dalam sambutannya pada peringatan Hari Buruh Tahun 2026 yang digelar di Komplek Pertokoan Pasar Pujasera PPM Sampit, Jumat (1/5).

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh pekerja untuk memaknai May Day secara positif, dengan mengedepnkan kebersamaan dan doa agar seluruh rangkaian kegiatan buruh di Indonesia berjalan aman dan tertib.

Resky menyebutkan, berdasarkan pemantauan, peringatan May Day secara nasional yang terpusat di kawasan Monas, Jakarta, diisi dengan kegiatan hiburan rakyat, bukan aksi demonstrasi besar-besaran.

Baca Juga: Momentum May Day, Praktisi Hukum Nilai UU Ketenagakerjaan Belum Lindungi Pekerja

Dirinya juga mengingatkan agar para pekerja di daerah tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang, terutama di tengah kondisi global yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dna kebutuhan pokok.

“Kami berharap rekan-rekan pekerja tidak terpengaruh isu-isu yang bisa memicu gangguan kamtibmas. Situasi global memang sedang tidak baik-baik saja, ini perlu kita sikapi dengnan bijak,” tegasnya.

Ditambahkannya, kondisi ekonomi saat ini dapat menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah, instansi terkait, maupun pihak perusahaan, untuk mempertimbagkan kesejahteraan pekerja di tengah meningkatnya biaya hidup.

Kapolres menilai, hubungan antara buruh dan pemerintah di Kotim sejauh ini berjalan harmonis. Aspirasi pekerja disebutnya dapat difasilitasi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), sehingga hak-hak buruh tetap terpenuhi.

“Sejauh ini sinergi antara buruh dan pemerintah berjalan dengan baik. Apa yang menjadi tuntutan mereka bisa kita fasilitasi, dan sejauh ini hak-hak pekerja di Kotim terpenuhi,” pungkas Resky. (yn/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#hari buruh internasional #kondusivitas #Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain #may day #sampit