SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berlangsung tanpa aksi unjuk rasa.
Momentum ini justru dimanfaatkan aparat kepolisian,TNI, jajaran instansi vertikal, di dukung pemerintah daerah untuk merangkul para pekerja melalui kegiatan bakti sosial dan kesehatan yang digelar di Komplek Pertokoan Pasar Pujasera PPM Sampit, Jumat (1/5).
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk kepedulain nyata terhadap para pekerja, khusuanya tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di pelabuhan.
“Berkaitan dengan Hari Buruh Nasional 1 Mei, khususnya di Kotim, kita melaksanakan bakti sosial dan bakti kesehatan. Ini diinisiasi bersama instansi vertikal seperti KSOP, Imigrasi, Karantina, TNI-Polri, Satpolair, serta didukung pemerintah daerah melalui Disnakertrans dan Diskop UKM Perindag,” ujar Resky.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk melihat langsung kondisi para pekerja pelabuhan, sekaligus menggali aspirasi mereka.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga menjadi perhatian penting agar para pekerja tetap dalam kondisi prima saat menjalankan aktivitas.
“Kita ingin memqstikan kesehatan mereka tetap terjaga, karena itu bagian penting agar mereka selalu fit dalam bekerja,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan panggilan kemanusiaan untuk melayani masyarakat sekalugus bentuk apresiasi kepada para pekerja pelabuhan m yang menjadi garda terdepan dalam aktivitas kepelabuhanan.
“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pekerja pelabuhan, termasuk rekan-rekan buruh yang menjadi ujung tombak. Kami juga mengapresiasi Kapolres Kotim dan jajaran atas inisiasi kegiatan ini,” ungkap Hotman.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, di antaranya Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit, PT Pelindo (Persero) Cabang Sampit dan Bagendang, koperasi TKBM Karya Bahari, serta berbagai asosiasi dan instansi terkait lainnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ke depan, KSOP Kelas III Sampit berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, termasuk mendorong transformasi layanan yang cepat, transparan, dan berbasis digital.
“Bakti sosial dan kesehatan ini adalah wujud pelayanan humanis di tengah masyarkat. Dengan semangat kebersamaan, kami optimistis dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan pelayanan kepelabuhanan,” tegasnya.
Hotman menambahkan, sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam mewujudkan pelabuhan yang aman, sehat, dan lancar. Ia berharap para pekerja pelabuhan senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugsanya.
“Kami doakan seluruh pekerja pelabuhan selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan, sehingga dapat terus membeirkan pelayanan terbaik,” pungkasnya.
Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Karya Bahari Pelabuhan Sampit Nurhadi, menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 1 Mei 2026 menjadi momentum penting bagi para pekerja, khususnya di sektor kepelabuhanan.
Ia menyebut, peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kan sarana refleksi atas peran strategis tenaga kerja dalam mebdukung rantai logistik nasional.
“Hari ini adalah hari yang mulia, memperingati Hari Buruh Internasional. Ini hari bersejarah bagi kita, khususnya para pekerja. Seremonial May Day ini bukan hanya seremoni, tetapi juga momen refleksi tentang pentingnya peran koperasi TKBM di dalam rantai logistik nasional,” ujar Nurhadi.
Ia menegaskan, koperasi TKBM memiliki peran vital dalam mnejaga kelancaran arus barang di pelabuhan. Menurtunya, para pekerja bongkar muat merupakan tulang punggung aktivitas logistik yang tidak bisa dipisahkan dari keberlangsungan distribusi barang.
“Kami koperasi TKBM adalah tulang, otot tulang punggung kegiatan kelancaran arus barang di Pelabuhan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Nurhadi juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung keberadaan dan kinerja TKBM, termasuk jajaran kepolisian dan instansi terkait. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Kotim yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kapolres Kotawaringin Timur yang bersedia hadir,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada KSOP Sampit, Disnakertrans, Diskop UKM Perindag sebagai pembina, Pelindo sebagai pengelola pelabuhan, serta APBMI sebagai pengguna jasa sa. Ia menilai, sinergi antar pihak tersebut berperan penting dalam terciptanya produktivitas dan kondusivitas di pelabuhan.
Nurhadi menjelaskan, koperasi TKBM terus berkomitmen meningkatkan kompetensi, disiplin, serta keselamatan kerja anggotanya. Hal ini dinilai penting untuk mendorong profesionalisme yang berdampak langsung pada kelancaran aktivitas pelabuhan.
Menurutnya, semangat May Day juga menjadi penguat harapan agar kemitraan antara TKBM dengan Pelindo dan APBMI dapat terus terjalin harmonis ke depan, sehingga mampu meningkqtkan kesejahteraan anggota.
Ia menambahkan, koperasi TKBM ingin menjadi kan peringatan May Day sebagai ajang mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya menimbulkan perpecahan. Pihaknya juga berkomitmen mendukung b.rbagai upaya peningkatan efisiensi dan kelancaran distribusi logistik di pelabuhan.
“Saya bangga menjadi anggota TKBM. Ke depan, mari kita bekerja dengan jujur, kompak dan penuh semangat, karena koperasi ini milik kita bersama, mari kita jaga,” pnugkasnya.
Sementara itu, Sekretaris TKBM Umar Hasan menyambut baik kegiatan bakti kesehatan dan bakti sosial yang digelar dalam ragnka May Day. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih rutin untuk memberikan manfaat langsung bagi para anggota.
Umar yang belum lama keluar dari rumah sakit karena sempat mengalami permasalahan kesehatan pada jantungnya, menilai bahwa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sangat membantu anggota dalam mengetahui kondisi kesehatannya sejak dinj.
“Harapannya kalau bisa enam bulan sekali, tidak hanya satu tahun sekali, agar kegiatan cek kesehatan seperti inj bisa rutin dilaksanakan. Dengan adanya pemeriksaan ini, anggota kami sangat terbantu,” tandasnya. (yn)
Editor : Slamet Harmoko